Korsel Peringati Backstreet Rookie soal Konten Dewasa

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 11:15 WIB
Badan penyiaran Korea Selatan memutuskan untuk memberikan peringatan terhadap drama Backstreet Rookie soal konten dewasa. Badan penyiaran Korea Selatan memutuskan untuk memberikan peringatan terhadap drama Backstreet Rookie soal konten dewasa. (Dok. SBS via hancinema)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan penyiaran Korea Selatan memutuskan untuk memberikan peringatan terhadap drama Backstreet Rookie soal konten dewasa.

Badan bernama Komisi Standar Komunikasi Korea (KCSC) itu mengambil keputusan ini setelah menggelar pertemuan salah satu subkomite pada Rabu (29/7).

Peringatan semacam ini merupakan hukuman berat yang bisa memengaruhi proses penyaringan ulang dari otoritas penyiaran.


"Dalam proses produksi webtun dewasa menjadi drama rating PG-15 (remaja), tim produksi menunjukkan kurang sensitif terhadap isu gender yang menyebabkan penonton tak nyaman bahkan jijik," demikian pernyataan subkomite tersebut.

KCSC menilai drama Backstreet Rookie juga melanggar peraturan tentang menjaga integritas dan bahasa yang layak disiarkan.

Penilaian ini diambil berdasarkan adegan-adegan seperti saat siswi SMP mencium pria dewasa, serta suara erangan penulis saat menggambar webtun dewasa.

"Penulis terlihat seperti harus terangsang agar gambarnya membangkitkan gairah," demikian pernyataan subkomite seperti dilansir Chosun via Naver.

Seluruh proses ini terjadi setelah KCSC menerima lebih dari 7 ribu komplain masyarakat terhadap drama Backstreet Rookie, aliran keluhan terbanyak yang pernah mereka terima.

Backstreet Rookie merupakan drama hasil adaptasi webtun dewasa bertajuk serupa. Namun, tim produksi menyatakan drama tersebut bisa disaksikan remaja, bahkan bersama anggota keluarga lainnya.

Pandangan tim produksi berbeda dengan penilaian penonton. Drama tersebut dinilai tak layak tayang, apalagi ditonton remaja, sebab mengandung banyak adegan dewasa, seperti prostitusi di motel, kalimat-kalimat provokatif, serta suara erangan.

Penonton juga mengamati pengambilan gambar yang dianggap melecehkan perempuan. Mereka pun mendesak supaya drama tersebut berhenti ditayangkan di televisi.

[Gambas:Youtube]

KCSC kemudian membentuk subkomite dan mulai mendengarkan pandangan tim produksi pada 9 Juli. Setelah itu, tim peninjau SBS mengajukan persetujuan penyiaran bersyarat.

SBS selaku jaringan televisi yang menyiarkan Backstreet Rookie mengajukan permohonan agar drama tetap bisa disiarkan selama adegan provokatif dihapus.

Namun, KCSC menyatakan sanksi hukum tidak terhindarkan karena kata-kata umpatan yang berulang ditampilkan dalam drama.

(chri/has)