Taylor Swift Buka Suara atas Tuduhan Mencuri Logo folklore

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 14:25 WIB
Taylor Swift buka suara terkait tuduhan bahwa ia mencuri desain logo seniman Amira Rasool untuk pernak-pernik yang dijual dalam rangka promosi album folklore. Taylor Swift buka suara terkait tuduhan bahwa ia mencuri desain logo seniman Amira Rasool untuk pernak-pernik yang dijual dalam rangka promosi album folklore. (Screenshot via Twitter/@taylorswift13)
Jakarta, CNN Indonesia --

Taylor Swift akhirnya buka suara terkait tuduhan bahwa ia mencuri desain logo milik seniman bernama Amira Rasool untuk pernak-pernik yang dijual dalam rangka promosi album barunya, folklore.

Publisis Swift menjelaskan bahwa mereka baru saja menerima keluhan pada Rabu (29/7).

"Kemarin, kami diberi tahu tentang keluhan bahwa penggunaan kata 'the' sebelum 'folklore album' pada beberapa merchandise album folklore menjadi perhatian," demikian keterangan publisis ke acara Good Morning America.


Pihak Swift kemudian menegaskan bahwa mereka akan mengubah desain tersebut dan sampai sekarang tidak ada barang yang menggunakan kata 'the' sudah dibuat ataupun dikirim ke pembeli.

"Dengan itikad baik, kami menghormati permintaannya dan segera memberi tahu semua orang yang telah memesan barang dengan kata 'the folklore album' bahwa mereka akan menerima pesanan mereka dengan perubahan desain," demikian pernyataan yang dikutip E!Online.

Lewat Twitter, Amira Rasool kemudian menyatakan terima kasih dan mengapresiasi langkah Swift beserta tim dalam menyelesaikan masalah ini.

"Saya memuji tim Taylor karena mengakui kesalahan dalam barang dagangan yang sebenarnya adalah merek perusahaan saya, @TheFolklore. Saya menyadari bahwa dia sangat mendukung perempuan yang melindungi hak-hak kreatif mereka, jadi sangat baik melihat timnya dalam jalur yang sama," tulisnya di Twitter.

Pada 24 Juli lalu, Rasool selaku pemilik perusahaan yang menjual barang-barang dari Afrika itu mengaku khawatir melihat logo di pernak-pernik album Swift yang menunjukkan kesamaan mencolok dengan produknya.

"Taylor Swift, menggunakan nama folklore adalah satu hal, tapi haruskah mencuri logo milik perempuan berkulit hitam, juga?" kata Rasool kala itu melalui Instagram.

Dia melanjutkan, "Saya membagikan kisah saya untuk mengungkap tren perusahaan besar atau selebritas yang meniru karya pemilik usaha kecil yang dimiliki minoritas. Saya tidak akan membiarkan pencurian terang-terangan ini tidak terkendali."

[Gambas:Instagram]

Setelah masalah terselesaikan pada hari berikutnya, Rasool mengatakan kepada ribuan pengikutnya bahwa pengacaranya sudah berkomunikasi dengan Swift untuk menentukan langkah yang diperlukan selanjutnya guna memperbaiki situasi ini.

[Gambas:Instagram]

(agn/has)