Cerita di Balik Studio

Taktik di Balik Kerahasiaan Album folklore Taylor Swift

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 26/07/2020 14:50 WIB
Sejumlah cara dilakukan Taylor Swift dan musisi Aaron Dessner untuk tetap merahasiakan album folklore dari dunia sebelum benar-benar akan dirilis. Sejumlah cara dilakukan Taylor Swift dan musisi Aaron Dessner untuk tetap merahasiakan album folklore dari dunia sebelum benar-benar akan dirilis. (AFP/ANGELA WEISS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Taylor Swift mengisahkan usahanya untuk tetap merahasiakan proyek album terbarunya, folklore, yang baru dirilis pada Jumat (24/7) lalu. Ia menyebut tak ada yang tahu dirinya menggarap album itu.

Taylor Swift sebelumnya secara mengejutkan mengumumkan pada Kamis (23/7) bahwa album kedelapan miliknya itu rilis pada Jumat (24/7), 15 jam setelah pengumuman tersebut.

Bukan hanya album, Taylor Swift juga menyebut akan merilis folklore bersamaan dengan single pertama album itu, cardigan, lengkap dengan video musiknya.


"Tak ada yang tahu saya membuat sebuah album," kata Taylor kala sesi tanya jawab dengan penggemar secara daring sesaat sebelum perilisan album folklore dan single cardigan.

"Saya bahkan tak memberitahu teman saya hingga tepat sebelum pengumuman. Saya pergi ke dunia rahasia saya sendiri dan tak pernah membuat musik seperti itu sebelumnya," lanjutnya.

Kerahasiaan level maksimum itu juga diakui oleh musisi Aaron Dessner yang ikut menggarap 11 dari 16 lagu dalam album folklore.

Dalam wawancara dengan Zane Lowe di Apple Music pada Jumat (24/7) pagi waktu Amerika Serikat, Dessner bahkan menyebut ia harus pintar-pintar menjaga mulut agar tak bocor kepada siapa pun.

"Saya senang bahwa kami menjaga ini tetap rahasia karena saya tak ingin menjadi pihak yang membocorkannya. Karena bahkan saya tak memberi tahu putri saya," kata Dessner.

"Saya memiliki putri berusia 8 tahun dan suatu kali dia bertanya kepada saya. 'Ayah, ayah tahu Taylor Swift?' Itu terjadi di pagi hari setelah kami menulis salah satu lagu," lanjutnya.

"Dan setiap kali kami akan menulis sebuah lagu, itu seperti tersambar listrik yang aneh, langsung terpaku dan gembira dalam menggarapnya," kata Dessner, dikutip dari E!.

NEW YORK, NEW YORK - MAY 16: Aaron Dessner of The National attends The Kitchen's 2019 Spring Gala at The Kitchen NYC on May 16, 2019 in New York City.   Jamie McCarthy/Getty Images/AFPKerahasiaan level maksimum juga diakui oleh musisi Aaron Dessner yang ikut menggarap 11 dari 16 lagu dalam album folklore. (AFP/Jamie McCarthy)

Bahkan Dessner mengaku bahwa label Taylor Swift, Republic Records, juga tidak mengetahui musisi yang mereka naungi menggarap sebuah album. Republic baru tahu beberapa jam sebelum Swift akan mengumumkannya.

"Sama sekali tak ada pengaruh dari luar. Faktanya, tak ada yang tahu, termasuk labelnya, hingga beberapa jam sebelum dirilis," kata Dessner kala diwawancara oleh Pitchfork.

"Untuk seseorang yang telah berada di bawah sorotan selama 15 tahun, itu amat bebas rasanya memiliki privasi dan bekerja sesuai keinginannya. Dia [Taylor Swift] layak untuk mendapatkan itu," lanjutnya.

"Kala itu, bila saya ingin teman memainkan rekamannya, itu amat sulit karena kau tak bisa mengirim sebuah fail tanpa suara Taylor. Namun semuanya keren,"

"Pada akhirnya, saya mendatangi sejumlah orang untuk menambah bit dalam lagu ini, dan itu berjalan baik. Lucu ketika mereka bilang 'Apa?? Kenapa kau tak bilang saya, Aaron??' Kemudian mereka mulai menebak-nebak. Semuanya main tebak-tebakan," kata Dessner.

Aaron Dessner sendiri merilis sebuah pernyataan terkait kisah singkat ide awal kolaborasi ini tercipta, tak lama setelah folklore diumumkan ke publik, Kamis (23/7).

Ia mengaku pada akhir April lalu, Taylor mendekatinya dan mengajak menulis lagu bersama dengan jarak jauh karena pandemi.

"Saya pikir ini akan memakan waktu agar ide musiknya muncul dan saya tak ada gambaran sejauh apa yang bisa kami capai dengan cara jarak jauh," kata Dessner.

"Namun setelah beberapa jam saling berbagi musik, ponsel saya penuh dengan sebuah memo suara Taylor Swift soal versi lagu yang telah ditulis, dan dari situ tak berhenti," katanya.

Selama beberapa bulan setelahnya, sebanyak 11 lagu tercipta, dari jarak jauh.

"Saya jarang amat terinspirasi oleh seseorang dan ini sulit percaya ini terjadi. Lagu-lagu ini datang dalam waktu yang sulit," kata Dessner.



Segala taktik kerahasiaan Taylor Swift dan Aaron Dessner pun berbuah manis. Album kejutan yang menghebohkan dunia dan industri musik tersebut laris manis.

Label Republic Records melaporkan bahwa album terbaru Taylor Swift, folklore, berhasil terjual 1,3 juta kopi secara global hanya dalam waktu 24 jam dan memecahkan sejumlah rekor.

Salah satunya adalah rekor streaming album di hari pertama oleh musisi perempuan di Spotify. Di layanan streaming itu, album folklore berhasil mendapatkan 80,6 juta stream.

Selain itu, folklore juga menjadi "album pop paling didengar secara streaming di Apple Music dalam 24 jam" dengan perolehan 35,47 juta stream.

Album folklore juga memecahkan rekor streaming di Amazon Music Indie/Alternative Streaming Record untuk Amerika Serikat dan global, meski tak disebutkan secara detail angka stream yang diperoleh.

[Gambas:Youtube]



(end)