Tenet Dapat Izin Rilis di China

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 18:39 WIB
Pemerintah China memberikan izin kepada Tenet untuk tayang di negara tersebut, meski belum ada informasi soal tanggal perilisan. Pemerintah China memberikan izin kepada Tenet untuk tayang di negara tersebut, meski belum ada informasi soal tanggal perilisan. (dok. Warner Bros Pictures/YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China memberikan izin perilisan film Tenet yang disampaikan pada Rabu (29/7). Namun sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai tanggal perilisan.

Berdasarkan laporan Variety, slogan berbahasa Inggris pada poster film diterjemahkan menjadi bahasa China. Slogan yang seharusnya tertulis 'time runs out' diterjemahkan secara kasar menjadi 'make every second count; invade the theaters'.

China merupakan salah satu negara yang sangat ketat terhadap film, terutama film internasional. Setiap film harus diulas dulu oleh pemerintah China untuk mendapatkan izin perilisan.


Tenet bercerita tentang mata-mata berfokus pada karakter yang diperankan John David Washington. Sampai saat ini belum diketahui siapa nama karakter tersebut dan bagaimana ia bisa menjadi mata-mata.

Warner Bros. sudah merilis dua trailer Tenet, namun nama karakter yang diperankan David sama sekali belum terungkap. Karakter itu hanya diceritakan bisa membalikkan waktu.

Dalam trailer juga dijelaskan bahwa karakter yang diperankan David harus menjalankan misi untuk mencegah Perang Dunia III. Kemudian Tenet merupakan kata kunci yang diberikan pada karakter David.

Beberapa hari lalu, Warner Bros. mengumumkan akan merilis Tenet secara internasional lebih dulu daripada perilisan di Amerika Utara. Keputusan ini dianggap sebagai terobosan sebab Nolan semula menginginkan Tenet tayang lebih dulu di Amerika Utara.

Keputusan ini mereka ambil setelah melihat banyak bioskop internasional yang sudah kembali beroperasi dan membutuhkan film baru untuk menarik penonton. Sementara, AS masih menjadi salah satu negara dengan kasus corona terbanyak di dunia.

China menjadi salah satu negara yang sudah mengizinkan bioskop kembali beroperasi. Bioskop yang berada di daerah yang rendah angka Covid-19 alias zona hijau sudah diizinkan beroperasi sejak Senin (20/7) lalu.

Menurut data Variety, hingga Minggu (26/7) siang, sebanyak 4.900 bioskop sudah beroperasi di China. Angka itu hampir 44 persen dari keseluruhan bioskop di Negara Tirai Bambu.

Sejumlah film yang tayang di bioskop China adalah Dolittle, Bloodshot dan Sheep Without a Shepherd. Secara keseluruhan, akhir pekan pertama pembukaan bioskop mampu menghasilkan 88.6 juta yuan atau setara dengan Rp182,9 miliar.

Perolehan ini jauh lebih baik dibandingkan pembukaan pada Maret lalu ketika suasana masih belum kondusif. Kala itu 500 bioskop yang beroperasi atau sekitar 5 persen dari keseluruhan bioskop, dan hanya berhasil mengumpulkan 72 ribu yuan.

(adp/end)

[Gambas:Video CNN]