Deliver Us from Evil Salip Rekor Peninsula di Bioskop Korsel

CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 09:00 WIB
Deliver Us from Evil menyalip rekor Peninsula di tengah pandemi Covid-19 karena berhasil mencapai penjualan 2 juta tiket dalam lima hari usai tayang perdana. Deliver Us from Evil menyalip rekor Peninsula di tengah pandemi Covid-19 karena berhasil mencapai penjualan 2 juta tiket dalam lima hari usai tayang perdana. (ok. CJ Entertainment via KOFIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film laga thriller Korea Selatan, Deliver Us from Evil, menyalip rekor Train to Busan2: Peninsula di tengah pandemi Covid-19 karena berhasil mencapai penjualan 2 juta tiket dalam kurun lima hari usai penayangan perdana.

Berdasarkan data Dewan Perfilman Korea, Deliver Us From Evil menjual 2.025.039 tiket di 1997 layar sejak tayang 5 Agustus hingga 9 Agustus lalu.

Sebelumnya, Peninsula merupakan film lokal pertama yang berhasil meraih 2 juta penonton kala pandemi. Sekuel Train to Busan yang dibintangi Kang Dong-won ini menjual lebih dari 2 juta tiket hanya dalam tujuh hari penayangan.


Namun, Peninsula kini masih menjadi satu-satunya film yang menjual lebih dari 3 juta (3,69 juta) penonton saat bioskop Korea mulai bangkit setelah penutupan massal demi meredam penyebaran virus corona.

Pada akhir pekan lalu, Peninsula menjadi film terlaris ketiga di Korea Selatan dengan penjualan lebih dari 74 ribu tiket. Sementara itu, posisi kedua ditempati film laga politik Steel Rain 2: Summit yang mendatangkan lebih dari 155 ribu penonton ke bioskop.

Deliver Us from Evil merupakan film thriller kejahatan yang disutradarai dan ditulis Hong Won-chan. Sebelumnya, ia turut terlibat dalam penulisan naskah sejumlah film thriller kejahatan hit Korea lainnya, seperti The Chaser, The Yellow Sea, dan Confession of Murder.

Deliver Us from Evil mengisahkan penculikan mengejutkan di Thailand. Seorang pembunuh bayaran yang baru saja menyelesaikan misi terakhirnya, In-nam (Hwang Jung-min), menyadari penculikan di Thailand itu berkaitan dengan dirinya.

Oleh sebab itu, ia menemui salah satu rekannya, Yoo-yi (Park Jung-min), untuk sama-sama menelusuri kasus penculikan tersebut.

Sementara itu, Ray (Lee Jung-jae) mengetahui bahwa saudaranya merupakan korban pembunuhan In-nam. Ia lantas terbang ke Thailand untuk balas dendam kepada In-nam.

Proses syuting film ini dimulai 23 September 2019 dan selesai pada 23 Januari lalu. Seluruh syuting dilakukan di Korea Selatan, Jepang, serta Thailand.

(chri/has)

[Gambas:Video CNN]