Buku Puisi mBoel, Tanda Cinta Sapardi Djoko Damono bagi Istri

CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 14:05 WIB
Sebulan setelah Sapardi Djoko Damono meninggal, sekumpulan puisi yang ia tulis untuk sang istri, Sonya Sondakh, dirilis dalam bentuk buku bertajuk mBoel. Sebulan setelah Sapardi Djoko Damono meninggal, sekumpulan puisi yang ia tulis untuk sang istri, Sonya Sondakh, dirilis dalam bentuk buku bertajuk mBoel. (Dok. Gramedia Pustaka Utama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebulan setelah Sapardi Djoko Damono meninggal, sekumpulan puisi yang ia tulis untuk sang istri, Sonya Sondakh, dirilis dalam bentuk buku bertajuk mBoel pada Senin (10/8).

Kepala Bidang Sastra Gramedia Pustaka Utama, Mirna Yulistianti, selaku penerbit mengungkapkan bahwa buku ini berisi 80 sajak yang dipersembahkan untuk Sonya.

"Yang terakhir adalah untuk yang paling dicintai. Begitu pula dengan mBoel, kumpulan puisi paling personal karya Pak Sapardi Djoko Damono yang ditulis untuk istrinya," kata Mirna melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (11/8).


Mirna juga berkata, "80 sajak terakhir karya Pak Sapardi di buku ini merekam percakapan hati Bapak dan mBoel yang saling diucapkan dengan penuh sayang dan cinta."

Proses penciptaan mBoel bermula saat empat sajak Sapardi, yaitu Hujan Bulan Juni, Aku Ingin, Di Restoran, dan Ketika Kau Tak Ada dimuat di surat kabar pada 1989.

Sapardi memfotokopi dan menyimpan bagian koran itu, sementara aslinya dikirim kepada Sonya, atau mBoel, yang waktu itu sedang studi di Paris, Prancis.

Keempat sajak legendaris itu seharusnya mengawali buku mBoel. Namun, karena sudah dikenal, bahkan dimuat di beberapa buku hingga dijadikan lagu, sajak-sajak itu akhirnya tak jadi dimasukkan ke dalam mBoel.

Hanya ada satu dari empat sajak tersebut yang akhirnya masuk ke dalam mBoel, yaitu Ketika Kau Tak Ada. Itupun setelah wujud visualnya diubah.

"Naskahnya sudah disiapkan Bapak sejak kira-kira dua tahun silam, direncanakan untuk terbit di hari ulang tahun saya, Agustus ini. Bapak merencanakan semuanya sendiri, sebagai salah satu rangkaian rencanaSDD 2020," tutur Sonya.

Peluncuran Buku mBoel Sapardi Djoko Damono.Peluncuran buku mBoel. (Dok. Gramedia Pustaka Utama)

Belum sempat buku tersebut terbit, Sapardi meninggal dunia pada 19 Juli lalu karena penurunan fungsi organ tubuh. Namun, keinginannya tetap terwujud melalui perilisan pada Senin lalu.

Setelah resmi diluncurkan, mBoel dijadwalkan terbit reguler dalam format hardcover mulai 17 Agustus mendatang.

Buku ini juga dijanjikan menjadi suguhan istimewa bagi penggemar karya Sapardi karena seluruh sajak yang dimuat tersebut baru dan belum dimuat dalam media cetak apa pun.

(agn/has)