Brian Eno Rilis Ulang Kumpulan Buku Harian dan Esai

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 09:55 WIB
Musisi yang disebut-sebut sebagai pionir musik ambient, Brian Eno, akan merilis ulang A Year with Swollen Appendices, kumpulan buku harian dan esai karyanya. Musisi yang disebut-sebut sebagai pionir musik ambient, Brian Eno, akan merilis ulang A Year with Swollen Appendices, kumpulan buku harian dan esai karyanya. (AFP/Leon Neal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Musisi yang disebut-sebut sebagai pionir musik ambient, Brian Eno, akan merilis ulang A Year with Swollen Appendices yang berisi kumpulan buku harian dan esai karyanya.

NME melaporkan bahwa perilisan ulang ini merupakan bagian dari peringatan 25 tahun buku itu dirilis. Pertama diterbitkan pada 1996, karya itu mencakup berbagai esai yang mulai Eno tulis pada 1994.

Dalam versi rilis ulang ini, akan ada bab perkenalan baru dari Eno dan esai tambahan yang ia tulis bersama David Bowie, U2, dan beberapa musisi lainnya. Sementara itu, desain sampulnya akan tetap sama dengan versi asli.


"Kami bersemangat mencetak kembali buku harian Brian Eno tahun 1995 dan Appendices," ujar Alexa von Hirschberg, Direktur Editorial Faber dan Faber selaku penerbit ulang A Year with Swollen Appendices.

Hirschberg kemudian berkata, "A Year with Swollen Appendices adalah mesin waktu intim menuju jiwa dan praktik kerja dari seorang pemikir dan kreator ulung di masa penting dalam sejarah. Ini adalah bacaan yang sangat penting."

Ini bukan satu-satunya karya Eno yang bakal dirilis ulang pada tahun ini. Bulan lalu, Eno dan adiknya, Roger, mengumumkan bahwa mereka bakal merilis versi panjang dari album kolaborasi mereka, Mixing Colours.

Dirilis pertama kali pada Maret lalu, Mixing Colours merupakan tindak lanjut dari album terakhir Eno, Reflection, yang keluar pada 2017.

Baru-baru ini, Eno juga tampil sebagai bintang tamu dalam podcast garapan vokalis The 1975, Matty Healy. Dalam podcast itu, Healy membahas ulasan buruk yang diterima Eno kala merilis Ambient 1: Music for Airports pada 1978.

Manajer The 1975, Jamie Oborne, mengatakan bahwa Eno membawa "dampak besar" bagi Healy dan teman-temannya. Setelah podcast itu dirilis, Oborne mengatakan bahwa Eno "ingin bertukar ide" dengan The 1975.

(has/has)