Senin One Piece

Review Manga: One Piece Chapter 986

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Senin, 03/08/2020 19:09 WIB
One Piece chapter 986 dibuka dengan adegan yang mengonfirmasi alasan Kikunojo menangis dengan darah berceceran di pedangnya di bab sebelumnya. Ilustrasi. (CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

One Piece chapter 986 dibuka dengan adegan yang mengonfirmasi alasan Kikunojo menangis dengan darah berceceran di pedangnya di bab sebelumnya.

Dalam chapter baru yang dirilis resmi di situs Mangaplus by Shueisha pada Minggu (2/8) malam ini, adegan dibuka dengan kedatangan Kinemon dan Denjiro ke arena pertarungan antara anggota Nine Red Scabbards dan Kanjuro dkk.

Darah di pedang Kiku berasal dari Kanjuro yang tampak terkapar bersimbah darah akibat kalah bertarung dengan para Nine Red Scabbards


Tangisan Kiku merupakan bentuk penyesalan karena harus menghabisi Kanjuro yang telah dianggap keluarga bagi Oden dan pengawalnya selama 20 tahun. Namun ternyata, dia adalah penyusup yang merupakan bawahan Kurozumi Orochi.

Panel flashback pun memperlihatkan saat para pengawal Oden masih muda dan kelaparan karena tak punya uang. Di sana, ada Kanjuro yang tampak akrab dengan yang lain.

Kenangan masa lalu itulah yang membuat Kiku terisak, diikuti tangisan dari salah satu anggota Nine Red Scabbards, Raizo.

Sementara itu, Kinemon yang tidak ikut dalam pertempuran tersebut langsung menutup kepala Kanjuro dengan caping yang dia bawa.

Kinemon seakan mau memberi penghormatan terakhir pada Kanjuro yang selama ini sudah dia anggap sebagai keluarga sendiri. Dia bahkan berkata bahwa yang terjadi pada Kanjuro memang menyakitkan, tapi itu memang harus dilakukan.

Setelah meletakkan caping ke kepala Kanjuro, Kin dan Denjiro baru sadar bahwa Izou ada di antara para anggota Nine Red Scabbards.

Kin langsung melakukan salam Komando dengan Izou dan mengatakan bahwa ini adalah momen dan tempat terbaik untuk mempertaruhkan nyawa.

Panggung utama Onigashima

Adegan pindah ke panggung utama Onigashima, di mana Kaidou masih menanti jawaban dari samurai pengikut Orochi.

Kaidou memberikan dua pilihan, yaitu mengikuti nasib Orochi yang mati atau bergabung dengan Beast Pirates untuk mengambil alih dunia.

Kaidou mengatakan akan menghargai jika para samurai memilih mati dan akan memberikan "penghormatan" yang layak bagi mereka semua.

Namun ternyata, pemimpinOniwabanshu,Fukurokuju, dan pemimpinMimawari-gumi,Hotei, memilih untuk mengabdi padaKaidou. Itu artinya, 5.000 ninjaOniwabanshu dan 5.000 samuraiMimawari-gumi akan berada di bawah komandoKaidou.

Kaido (anime One Piece)Kaidou. (Toei Animation via Imdb)

Keputusan tersebut sebenarnya tidak mengagetkan karena mungkin saja itu juga yang terjadi saat Orochi mengambil alih kursi shogun Wano dari Klan Kozuki.

Saat itu, sekitar 20 tahun lalu, Oniwabanshu yang merupakan pengawal setia Klan Kozuki langsung pindah haluan mendukung Orochi dan Kaidou yang sukses melakukan kudeta.

Sikap tersebut seperti menunjukkan bahwa Oniwabanshu sama sekali tidak memiliki kode etik sebagai seorang samurai yang biasanya digambarkan sangat setia pada tuannya.

Hal itu juga yang menyulut amarah Hyogoro, mantan bos Yakuza yang kini berada di pihak samurai pemberontak.

Dia kecewa karena para Oniwabanshu dan Mimawari-gumi begitu mudah meninggalkan atasan mereka dan pindah ke Kaidou hanya karena takut dibantai.

Pengakuan Momonosuke

Setelah mendapatkan konfirmasi dari para samurai dan ninja, fokus Kaidou pindah ke Momonosuke. Kaidou ternyata tidak percaya Momo adalah anak dari Kozuki Oden. Ia merasa Momo hanya anak kecil yang tidak memiliki aura pemimpin seperti sang ayah.

Dua puluh tahun lalu, saat kastil di Kuri terbakar, Kaidou sempat menangkap Momo dan menanyakan siapa namanya. Saat itu, Momo tak menjawab dan Kaidou pun melempar anak itu ke bawah kastil.

Mengingat kembali momen itu,Kaidou langsung memberikan pertanyaan yang sama padaMomo. JikaMomo menjawab bahwa dia bukan anakOden, maka dia akan dibebaskan.

Ilustrasi Komik One PieceIlustrasi. (CNN Indonesia)

Momo yang selama ini digambarkan sebagai anak kecil yang mesum dan takut pada apa pun ternyata memiliki keberanian yang besar.

Dia dengan lantang mengatakan bahwa namanya adalah Kozuki Momonosuke dan dia akan menjadi pemimpin dari negeri Wano.

Momo teringat pada momen saat sang ibu, Kozuki Toki, ketika mengatakan bahwa dia akan jadi sosok yang memimpin negeri ini.

Dia juga teringat pada perkataan Oden bahwa arti nama Momo adalah yang terkuat di dunia dan dia harus menunjukkan itu ke semua orang.

Bahkan Momo teringat pada perkataan Luffy yang dengan lantang mengatakan dia akan menjadi raja bajak laut.

Momen-momen itulah yang meyakinkan Momo untuk dengan bangga mengakui bahwa dia adalah anak Oden dan akan jadi shogun dari negeri Wano.

Kegagalan eksekusi Momo

Pengakuan Momo pun membuat Kaidou marah dan sudah siap untuk mengeksekusi Momo dengan palu gadanya.

Namun, belum sempat melakukan eksekusi, sebuah ledakan besar terjadi di bawah panggung. Ledakan itu berasal dari borgol di tangan Yamato yang berhasil dilepaskan oleh Luffy.

Adegan Luffy melepaskan borgol dari tangan Yamato mirip dengan saat ia membuka borgol berduri di leher Hyogoro saat keduanya ditahan di penjara Udon.

Adegan itu juga mirip dengan momen Rayleigh yang melepaskan borgol Camie saat Arc Sabaody beberapa tahun lalu.

Kejadian itu semakin mengonfirmasi bahwa kemampuanbusoshokuhakiLuffy sudah semakin meningkat.Yamato pun kaget melihatLuffy bisa dengan mudah melepaskan borgol yang sudahmembelenggunya selama 20 tahun.

Tokoh Animasi One PieceYamaot. (Dok. Toei Animation)

Namun, dia lebih kaget lagi saat mengetahui borgol itu benar-benar bisa meledak. Dia tak percaya ayahnya, Kaidou, tega memasangkan borgol yang bisa membunuhnya.

Yamato yang kecewa dengan tindakan Kaidou sampai menitikkan air mata. Ia lantas mengatakan bahwa Kaidou bukan lagi ayahnya.

Yamato kemudian tampak sudah siap untuk menyerang Kaidou. Namun kemudian, Luffy meminta Yamato untuk sabar sejenak.

Luffy mengatakan keduanya tiba di panggung utama tepat waktu dan sudah siap untuk menghajar Kaidou. Namun, Luffy menegaskan bukan mereka berdua yang akan memulai kerusuhan di Onigashima.

Nine Red Scabbards mengincar Kaidou

Tiba-tiba saja para anggota Nine Red Scabbards sudah berada di belakang Kaidou dan para All-star.

King, Queen, dan Jack kaget saat melihat 9 orang samurai pengawal Oden sudah menghunuskan pedang dan mengincar Kaidou.

Usaha King untuk menghalau serangan gagal setelah Izou menembak pedang yang dia pegang.

Nekomamushi dengan cepat menebas palu gada dari tangan Kaidou dan Kin, serta Denjiro berada di garis depan untuk menusuk Kaidou.

Kaidou yang tampak sudah terdesak masih bisa mengatakan bahwa serangan 9 orang itu tak akan bisa melukainya.

Ilustrasi Komik One PieceIlustrasi. (CNN Indonesia)

Namun dalam sekejap, tiba-tiba Kaidou teringat dengan wajah Oden saat melihat 9 samurai pengawal Oden menyerangnya.

One Piece chapter 986 pun ditutup dengan adegan Izo dan Kawamatsu yang menghalau King, Inuarashi, dan Kiku yang menahan Queen/Jack

Sementara itu, tangan Kaidou meremas Nekomamushi. Ashura Douji dan Raizo siap menusuk Kaidou, sementara Kinemon serta Denjiro yang sukses menghujam tubuh Kaidou dengan pedang mereka.

Tubuh Kaidou pun jatuh dari atas panggung bersama 9 samurai pengawal Oden.

Untuk mengetahui kelanjutan kisah ini, penggemar harus menunggu One Piece chapter 987. Berdasarkan informasi di situs Mangaplus by Shueisha, chapter tersebut akan rilis pada Senin (10/8) mendatang.

(has)