Jerman Gelar Rangkaian Konser untuk Pelajari Risiko Corona

CNN Indonesia | Senin, 24/08/2020 07:00 WIB
Para ilmuwan dari salah satu universitas di Jerman menggelar serangkaian konser untuk mempelajari risiko penyebaran virus corona di acara massal dalam ruangan. Ilustrasi. (SplitShire)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para ilmuwan dari salah satu universitas di Jerman menggelar serangkaian konser pada akhir pekan lalu untuk mempelajari risiko penyebaran virus corona di tengah acara massal dalam ruangan.

NME melaporkan bahwa tim peneliti dari Halle University itu akhirnya menggelar tiga konser berturut-turut dengan 1.500 relawan sehat berusia antara 18 hingga 50 tahun.

Dalam konser eksperimen tersebut, relawan menyaksikan penampilan penyanyi dalam negeri, Tim Bendzko, yang dikenal dengan lagu Nur Noch Kurz Die Welt Retten.


"Konser ini digelar untuk menyelidiki kondisi seperti apa yang memungkinkan sebuah acara dilakukan di tengah pandemi," demikian pernyataan para ilmuwan.

Mereka kemudian menjabarkan bahwa konser pertama merupakan simulasi acara sebelum ada pandemi yang digelar tanpa protokol kesehatan.

Pada konser kedua, mereka menerapkan protokol kebersihan yang lebih baik dan sebagian upaya jaga jarak.

Sementara itu, konser ketiga melibatkan setengah porsi relawan dari dua acara pertama dan setiap orang berdiri dengan jarak 1,5 meter.

Setiap relawan sudah mengikuti tes Covid-19 sebelum mengikuti uji coba. Mereka juga diberikan masker dan alat untuk mengukur jarak satu sama lain selama acara.

Para ilmuwan juga menaruh disinfektan cair di beberapa titik untuk mengetahui area mana saja yang paling sering disentuh relawan.

Berdasarkan laporan media setempat, proyek ini mendapatkan bantuan dana dari pemerintah negara bagian Saxony-Anhalt dan Saxony untuk membantu mencari jalan agar pertunjukan di dalam ruangan dapat kembali digelar di tengah pandemi.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai penampil, Bendzko mengaku sangat menikmati dan senang dapat membantu penelitian mengenai Covid-19 dengan konser ini.

"Kami sangat menikmatinya. Awalnya, saya pikir ini akan sangat steril karena memakai masker, tapi ternyata bagus juga. Saya harap hasilnya dapat membantu kita semua menggelar konser nyata di depan penonton secepatnya," tutur Bendzko.

Rangkaian konser ini sendiri digelar saat Jerman tengah berjuang melawan penyebaran virus corona. Berdasarkan data teranyar, Jerman sudah melaporkan 234 ribu kasus infeksi virus corona, 9.332 di antaranya meninggal dunia dan 207 ribu lainnya sembuh.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK