Air Mata Api, Novel Terinspirasi Lagu Iwan Fals dan Naruto

CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2020 20:40 WIB
Iwan Fals merayakan ulang tahun ke-59 dengan meluncurkan novel Air Mata Api yang ditulis penggemar atas dasar inspirasi karya-karya sang musisi dan Naruto. Iwan Fals merayakan ulang tahun ke-59 dengan meluncurkan novel Air Mata Api yang ditulis penggemar atas dasar inspirasi karya-karya sang musisi dan Naruto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iwan Fals merayakan ulang tahun ke-59 sekaligus 45 tahun berkarya dengan meluncurkan novel bertajuk Air Mata Api yang ditulis penggemar atas dasar inspirasi karya-karya sang musisi dan Naruto.

Musisi bernama lahir Virgiawan Listanto itu menjelaskan bahwa Air Mata Api merupakan novel yang ditulis Piter Abdullah Redjalam. Novel berisi 12 bab tersebut dirangkai menjadi satu cerita berdasarkan 12 lagu karya Iwan.

"Saya cukup terkejut dan di luar dugaan. Alhamdulillah, karena saya sendiri sudah lama enggak baca buku yang panjang-panjang. Biasanya sekarang hanya lihat yang 141 karakter saja. Ya seru juga ada ini, jadi sebuah obat," kata Iwan dalam konferensi pers virtual, Kamis (3/9).


Piter sendiri mengaku bahwa ia merupakan penggemar berat Iwan Fals sejak masih kecil. Ia tumbuh dengan karya-karya penyanyi kelahiran 3 September 1961 tersebut.

"Arti lirik lagu Bang Iwan itu mengena dan masuk ke kehidupan siapapun. Seperti lagu Berandal Malam di Bangku Terminal, itu benar-benar seperti sebuah kehidupan yang kita jalani," kata Piter.

Dia lanjut mengatakan, "Selain penggemar Iwan, saya ingin juga pencinta komik Naruto. Jadi buku ini perpaduan dari itu. Lagu Air Mata Api bercerita tentang orang-orang yang tersingkirkan dan Naruto pun bercerita tentang orang-orang yang tersisa. Jadi novel ini datangnya dari situ."

Piter kemudian menjabarkan 12 lagu yang menjadi inspirasinya dalam membuat novel Air Mata Api, di antaranya Berandal Malam di Bangku Terminal, Rindu Tebal, Nak, dan Asmara Tak Secengeng yang Aku Kira.

Ada pula Senandung Istri Bromocorah, Ada Lagi yang Mati, Adzan Subuh Masih di Telinga, Ujung Aspal Pondok Gede, Jangan Tutup Dirimu, Air Mata Api, Aku Antarkan, serta Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu.

Putri Iwan, Annisa Cikal Rambu Bassae, mengungkapkan bahwa kehadiran novel ini menjadi salah satu cita-cita Iwan.

"Sudah banyak penulis yang datang, tapi kebanyakan inginnya bikin biografi. Sementara ada lagu banyak, kenapa enggak itu yang dijadikan karya? Sampai akhirnya Pak Piter ini konsisten untuk itu, dan kami menerima setelah proses dua tahun," kata Cikal.

Iwan Fals tampil secara mendadak di Synchronize Fest 2019. Musisi senior yang tidak dijadwalkan tampil ini menggantikan penampilan NDX AKA yang tidak tampilIwan Fals. (CNN Indonesia/M Andika Putra)

Iwan dan Piter membeberkan bahwa dari novel ini, mereka juga sedang mempersiapkan produksi film adaptasi sebagai trilogi dan dijadwalkan rilis pada 2021.

Film pertama akan berfokus pada dua tokoh anak di dalam novel, Gara dan Garnis. Selanjutnya, film kedua direncanakan menjadi prekuel yang bercerita tentang ayah dan ibu dua tokoh itu, Bambang Saguna dan Gayatri. Namun, film ketiga masih belum diketahui.

Bersamaan dengan peluncuran novel ini, Iwan juga mengumumkan rencana menggelar konser virtual bertajuk "Di Balik Nyanyian" pada 9 Oktober mendatang, bertepatan dengan hari ulang tahun istrinya.

"Papaku ini penyanyi, jadi apapun yang ia lakukan akan tetap ada kegiatan menyanyinya. Setelah novel ini, akan ada konser live streaming dari rumah. Mungkin akan ada penonton, tapi enggak banyak," kata Cikal.

(agn/has)