Obituari

Yopie Latul, Pembawa Poco-Poco Rasa 'House Music'

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 09/09/2020 17:20 WIB
Musisi legendaris Yopie Latul meninggal dunia pada Rabu (9/9), sehari setelah dikabarkan positif Covid-19. Musisi legendaris Yopie Latul meninggal dunia pada Rabu (9/9), sehari setelah dikabarkan positif Covid-19. (Screenshot via YouTube Pelita Utama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Musisi legendaris Yopie Latul meninggal dunia pada Rabu (9/9), sehari setelah dikabarkan positif Covid-19. Ia dikenal sebagai pengenal Poco-Poco dengan musik house yang akrab di masyarakat.

Kabar kematian Yopie Latul dikonfirmasi oleh pengamat musik, Wendi Putranto, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/9). Dia mendapat kabar dari keluarga mendiang Glenn Fredly.

"Telah Dipanggil oleh Bapa di Surga ke Pangkuan-Nya tepat jam 15.35. Bapak Jopie Latul. Kami turut sepananggungan." tulis ucapan duka soal Yopie yang dikirim ke CNNIndonesia.com.


Selain itu, musisi rapper Joshua Matulessy alias JFlow juga memberikan konfirmasi atas kabar duka Yopie Latul kala dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (9/9). "Benar. Sudah dikonfirmasi keluarga dan sahabat,"

Yopie Latul merupakan musisi asal Ambon yang mengenalkan lagu Poco-Poco pada 1995 silam. Lagu etnik yang dikemas dengan musik house itu hit dan masih menjadi lagu senam dengan nama juga gerakan yang sama.

Lagu Poco-Poco yang dibawakan Yopie mengantarkan dirinya memperoleh piala Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2001 dalam kategori Penyanyi Disco/House Music/Rap/Dance Musik Terbaik.

Namun jauh sebelum dikenal dengan Poco-Poco, Yopie yang kelahiran 7 September 1955 tersebut debut dengan lagu Ayun Langkahmu garapan Elfa Secioria dan Wieke Gur pada 1986.

Selain itu, Yopie Latul juga pernah membawakan lagu Kembalikan Baliku karya Guruh Soekarnoputra dalam Festival Lagu Populer Indonesia 1987 bersama Swara Mahardhika.

Tercatat, Yopie telah merilis sekitar delapan album sejak 1982, Jopie Latul - Ambon Jazz Rock (1982), Dansa Gepe-Gepe (1984), O Sussy Sayang (1989), Hey Gadis (1991), Simalakama II (1993), Kusesali (1994), Remix Hitam tapi Manis (1994), Tiada Berdaya (1994), The Best of Yopie Latul (1998), dan Poco Poco (2000).

Dalam wawancara kepada sebuah media nasional pada 2015 lalu, Yopie mengaku masih bernyanyi meski sudah tak terdengar di ranah publik. Ia mengaku sibuk tampil di luar negeri, salah satunya Belanda.

Ia pun mengaku tak lagi memproduksi single dan album karena kesibukannya tampil dalam panggung-panggung off air tersebut.

"Untuk membuat album sudah susah. Zamannya sudah berubah. Sekarang banyak dimonopoli grup band. Saya sering sendirian bersolo saja, lebih nyaman," katanya.

"Yang pasti rezeki saya lumayan lah. Apalagi kalau ada Pilkada, saya senang. Sekarang, saya lebih senang sendiri seperti ini,"

Sebelum dikabarkan meninggal dunia, Rabu (9/9), Yopie Latul dikonfirmasi dirawat di rumah sakit karena Covid-19. DetikHot menyebut, anak Yopie, Carllo Latul menyebut ayahnya dinyatakan positif dengan diagnosa OTG atau orang tanpa gejala.

"Sekarang ayah kami sudah dapat penanganan dan sedang dirawat di RS Sentra Medika Cibinong," kata Carllo, Selasa (8/9) malam dikutip dari detikHot.

"Kami sekeluarga sudah melakukan swab test, puji Tuhan, hasil kami yang berada di rumah dinyatakan negatif. Saat ini kami sedang melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," lanjutnya.

"Untuk basudara semua di manapun berada, tetap hati-hati dan selalu jaga kesehatan. Mohon maaf apabila kami dirasa mengganggu kenyamanan saudara-saudara sekalian. Terima kasih." katanya.

[Gambas:Youtube]



(end)

[Gambas:Video CNN]