Sidang Militer Perdana, Seungri Bantah Tuduhan Prostitusi

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 14:57 WIB
Mantan personel BIGBANG, Seungri, membantah tuduhan terkait prostitusi dalam sidang militer perdananya pada Rabu (16/9). Mantan personel BIGBANG, Seungri, membantah tuduhan terkait prostitusi dalam sidang militer perdananya pada Rabu (16/9). (AFP Photo/Jung Yeon-je)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan personel BIGBANG, Seungri, membantah tuduhan terkait prostitusi dalam sidang militer perdananya pada Rabu (16/9).

Seungri melontarkan bantahan tersebut dalam sidang di Pengadilan Militer Umum di Yongin karena ia sedang menjalani wajib militer. Dalam sidang itu, ia menghadapi delapan dakwaan.

Tuduhan tersebut berpusar pada kasus Burning Sun yang menjadi pintu awal sejumlah kasus terkait layanan prostitusi serta narkotika yang menjerat beberapa idol, bos industri hiburan, hingga petinggi Kepolisian Korea.


Kuasa hukum Seungri membantah tudingan terkait pembuatan dan penyebaran video serta foto porno. Ia menyebut Seungri tak pernah mengambil gambar tersebut. Menurutnya, foto-foto yang selama ini dibagikan hanya untuk tujuan promosi.

Terkait tuduhan mediasi prostitusi dalam hubungan bisnis Taiwan dan Jepang, kuasa hukum Seungri juga mengatakan klien mereka sama sekali tak terlibat dalam hal tersebut. Mereka juga menyatakan Seungri tak pernah membantu rekan bisnisnya, Yoo In-suk, dalam permintaan prostitusi apa pun.

Pengacara Seungri juga membantah tuduhan kebiasaan judi. Seungri beralibi bahwa ia pernah berjudi, tapi tak menjadi sebuah kebiasaan.

Selain itu, mengenai tudingan pelanggaran sanitasi makanan, pihak Seungri menyatakan telah memerintahkan karyawannya untuk mengambil tindakan setelah biro kota melakukan penyelidikan.

Tudingan penggelapan uang terkait Yuri Holdings dan pajak pun dibantah dengan klaim tidak pernah memiliki motivasi melakukan tindakan tersebut.

Namun, Seungri mengakui dakwaan terkait pelanggaran Undang-Undang Pengelolaan Devisa. Ia pun meminta maaf.

"Saya benar-benar menyesali perbuatan saya," kata Seungri di persidangan.

Keseluruhan masalah ini bermula ketika Seungri dan mantan CEO YG Entertainment, Yang Hyun-suk, diduga terlibat dalam beberapa kasus, seperti permasalahan judi dan diduga melanggar UU Transaksi Valuta Asing.

[Gambas:Video CNN]

Mereka dicurigai melakukan metode penukaran valuta asing ilegal yang disebut 'hwachingi'. Hasil yang didapat dari penukaran tersebut lantas dipakai untuk berjudi di Las Vegas, Amerika Serikat.

Dalam laporan kepolisian, YG bertaruh uang lebih dari 1 miliar won (sekitar Rp11,7 miliar) dan kalah sekitar 600 juta won (sekitar Rp7 miliar).

Dalam sidang beberapa hari lalu, Yang Hyun-suk mengakui semua tuduhan terkait judi ilegal di luar negeri. Ia tidak mengajukan banding atau penentangan.

Sementara itu, persidangan terkait Seungri akan dilanjutkan dalam waktu dekat.

(chri)