Alfonso Cuaron Kecewa soal Aturan Keberagaman Baru Oscar

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 12:52 WIB
Bagi sutradara film Roma, Alfonso Cuaron, cita-cita membuat Hollywood beragam menjadi terasa dipaksakan akibat aturan baru Piala Oscar soal keberagaman. Bagi sutradara film Roma, Alfonso Cuaron, cita-cita membuat Hollywood beragam menjadi terasa dipaksakan akibat aturan baru Piala Oscar soal keberagaman. (Frazer Harrison/Getty Images for Palm Springs International Film Festival/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Alfonso Cuaron mengaku kecewa atas keputusan pihak penyelenggara Piala Oscar, the Academy of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS) membuat peraturan baru untuk kategori Best Pictures atas nama keberagaman.

Bagi sutradara Meksiko yang mendapatkan nominasi Best Picture atas karyanya, Roma, pada 2019 lalu menyebut bahwa cita-cita membuat Hollywood beragam menjadi terasa dipaksakan akibat aturan tersebut.

"Semua orang mencoba menemukan cara membuat film yang lebih beragam," kata Cuaron kepada Indie Wire, beberapa waktu lalu.


"Hal menarik [dari keputusan AMPAS] adalah ini tak datang secara alami. Semua orang harus merespons hal itu untuk menghindari tekanan," lanjutnya.

"Itu sedikit mengecewakan, bahwa butuh peraturan dan regulasi untuk suatu hal ketika mestinya menjadi proses alami dari evolusi sosial yang tampaknya tidak terjadi," kata Cuaron.

The Academy sebelumnya mengumumkan standar representasi dan inklusi baru yang memenuhi syarat dalam kategori film terbaik, sebagai inisiatif keberagaman menjadi fokus utama ajang Oscar.

Untuk ajang Oscar ke-94 dan ke-95 yang dijadwalkan pada 2022 dan 2023, sebuah film diharuskan mengirimkan formulir Standar Inklusi Akademi untuk dipertimbangkan mendapatkan peluang berlaga di film terbaik.

"Celah harus diperluas untuk mencerminkan populasi global kita yang beragam baik dalam pembuatan film maupun dalam audiens yang terhubung dengan mereka. Academy berkomitmen untuk memainkan peran penting dalam membantu mewujudkannya," demikian keterangan Presiden Academy David Rubin dan CEO Academy Dawn Hudson.

Mulai 2024 atau gelaran ajang Oscar ke-96, film yang dikirimkan untuk berlaga di film terbaik harus memenuhi ambang batas inklusi dengan memenuhi dua dari empat standar ada.

Sejumlah syarat tersebut adalah penyertaan karakter atau pun kru dari kelompok minoritas, seperti: Asia; kulit hitam atau Afrika-Amerika; pribumi atau penduduk asli Amerika/Alaska; Timur Tengah atau Afrika Utara; penduduk asli Hawaii atau kepulauan Pasifik lainnya; ras atau etnis lain yang kurang terwakili.

Atau, dari perempuan; kelompok ras atau etnis; LGBT; disabilitas kognitif atau fisik seperti tuli atau kesulitan mendengar. Keputusan lengkap the Academy tersebut bisa dilihat di sini.

HOLLYWOOD, CALIFORNIA - FEBRUARY 02: 2018 DGA Feature Film Award winner for 'Roma' Alfonso Cuaron poses in the press room during the 71st Annual Directors Guild Of America Awards at The Ray Dolby Ballroom at Hollywood & Highland Center on February 02, 2019 in Hollywood, California.   Frazer Harrison/Getty Images/AFPBagi sutradara film Roma, Alfonso Cuaron, cita-cita membuat Hollywood beragam menjadi terasa dipaksakan akibat aturan baru Piala Oscar soal keberagaman. (Frazer Harrison/Getty Images/AFP)

Dalam wawancara bersama CNNIndonesia.com pada Januari 2019, Cuaron mengakui bahagia ketika Roma menang dalam Golden Globe 2019 juga Oscar 2019 dan dianggap sebagai salah satu kemajuan keberagaman di industri Hollywood.

Roma mengisahkan perjalanan seorang pekerja domestik asal Meksiko bernama Cleodegaria Gutiérrez, atau yang biasa disebut Cleo (Yalitza Aparicio). Dirinya kerja dan tinggal bersama sebuah keluarga yang mengalami masalah rumah tangga.

Film ini kemudian menghasilkan banyak penghargaan dan nominasi. Dalam Golden Globe Awards 2019, Roma berhasil menang dalam kategori Best Foreign Language Film dan Best Director. Sedangkan dalam Oscar 2019, film ini meraih Best Foreign Language Film (sekarang Best International Film), Best Director, dan Best Cinematography.

[Gambas:Video CNN]


"Saya sangat bahagia soal hal tersebut [nominasi] tapi saya juga sangat bahagia karena ini film Meksiko dan berbahasa Spanyol," kata Cuaron, kala itu.

"Jadi saya juga sangat bahagia karena Golden Globe merayakan keberagaman dalam film dari budaya yang jauh berbeda dari mereka," lanjutnya. Simak wawancara lengkap CNNIndonesia.com dengan Alfonso Cuaron di sini.

(end)