Film Baru BTS, Break the Silence Kuasai Box Office Korea

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 13:00 WIB
Film dokumenter terbaru BTS, Break the Silence: The Movie, menguasai box office Korea Selatan pada penayangan perdananya, Kamis (24/9). Film dokumenter terbaru BTS, Break the Silence: The Movie, menguasai box office Korea Selatan pada penayangan perdananya, Kamis (24/9). (Dok. Big Hit Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film dokumenter terbaru BTS, Break the Silence: The Movie, menguasai box office Korea Selatan pada penayangan perdananya, Kamis (24/9).

Berdasarkan data Dewan Perfilman Korea (KOFIC) pada Jumat (25/9), 21.586 tiket Break the Silence: The Movie berhasil terjual pada hari pertama penayangan.

Angka itu melampaui penjualan tiket film thriller Diva, dan film laga dibintangi Jang Hyuk, Swordsman, pada hari yang sama.


Diva, film thriller yang dibintangi Shin Min-a, berada di posisi kedua dengan penjualan 13.578 tiket. Sementara itu, posisi ketiga ditempati Tenet dengan penjualan 11.925 tiket.

Seperti dilansir Korea Herald, posisi keempat dan kelima box office Korea kemarin (24/9) ditempati The Swordsman (11.479) dan Mulan (5.721).

Break the Silence: The Movie akhirnya tayang di Korea Selatan setelah sempat ditunda akibat peningkatan kasus baru harian Covid-19 di Korea Selatan sejak pertengahan Agustus lalu.

Awalnya, film itu dijadwalkan tayang serentak pada 10 September di 70 negara yang kemudian berlanjut di 40 kawasan lainnya pada 24 September.

Film yang diproduksi anak perusahaan Big Hit Entertainment, Big Hit Three Sixty, ini menampilkan kisah di belakang layar saat BTS menggelar tur dunia Love Yourself: Speak Yourself.

Mulai Tenang ke Bioskop

Dewan Perfilman Korea mengungkapkan perilisan film baru BTS dan beberapa karya lainnya membuat jumlah penonton pada Rabu (23/9) hingga Kamis (24/9) meningkat dengan penjualan sekitar 30 ribu tiket ketimbang periode yang sama pekan lalu, ketika Mulan dirilis.

Data tersebut sejalan dengan hasil survei yang dilakukan tiga jaringan bioskop terbesar di Korea Selatan, CGV, Lotte Cinema, dan Megabox, terhadap pandangan masyarakat untuk kembali ke bioskop.

Survei ini dilakukan kepada 1.746 orang yang datang ke bioskop pada 12-13 September. Awalnya, 18 persen atau sekitar 321 orang mengaku belum yakin dan takut menonton di bioskop karena khawatir terinfeksi virus corona.

Namun, seperti dilansir Yonhap, angka itu menurun menjadi 8 persen ketika mereka selesai menonton film di bioskop.

Penonton mengaku tenang karena kapasitas sudah dikurangi untuk mendukung kebijakan jaga jarak. Sebelum masuk bioskop, mereka juga menjalani pengecekan kesehatan.

[Gambas:Youtube]

Survei tersebut juga menunjukkan 77 orang tak khawatir ke bioskop karena kebijakan jaga jarak benar-benar diberlakukan. Beberapa orang juga mengaku tenang karena tak ada kasus atau klaster Covid-19 di bioskop Korea Selatan.

Industri film dan bioskop Korea Selatan menjadi salah satu yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19 sejak Februari lalu. Jumlah penonton ke bioskop terperosok hingga menjadi 970 ribu sepanjang April, terendah sepanjang sejarah.

Kondisi sempat membaik pada musim panas (Mei-Juli) dengan beberapa film seperti #ALIVE, Peninsula, dan Deliver Us from Evil, berhasil menjual lebih dari 1 juta bahkan 3 juta tiket.

Namun, kondisi kembali terpuruk setelah kasus harian Covid-19 di Korea meningkat hingga lebih dari 100 per hari dan membuat pemerintah memperketat aturan jaga jarak, termasuk jumlah orang di dalam ruangan.

Film-film yang sedang menguasai box office pun hanya menjual paling banyak 250 ribu tiket dalam satu pekan sejak awal September. 

(chri/has)