Kanye West Pamer Hasil Pemilu Palsu, Kalahkan Trump dan Biden

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 13:06 WIB
Kanye West memamerkan hasil penghitungan suara pemilihan umum palsu yang menunjukkan ia mengalahkan Donald Trump dan Joe Biden. Kanye West kembali menjadi sorotan setelah memamerkan hasil perhitungan suara pemilihan umum palsu yang menunjukkan ia mengalahkan Donald Trump dan Joe Biden. (AP/Michael Wyke)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kanye West kembali menjadi sorotan setelah memamerkan hasil penghitungan suara pemilihan umum palsu yang menunjukkan ia mengalahkan Donald Trump dan Joe Biden.

Melalui Twitter, West mengunggah foto tangkapan layar hasil perhitungan suara pemilu di negara bagian Kentucky dari Lex 18 News, anak media dari NBC Kentucky.

Dalam gambar tersebut, terlihat calon presiden dari Partai Libertarian, Jo Jorgensen, menempati urutan pertama dengan 36 persen suara.


Calon presiden jalur independen, Brock Pierce, menempati urutan kedua dengan perolehan suara 29 persen.

West menyusul di urutan ketiga dengan perolehan suara 19 persen. Biden menduduki posisi keempat dengan 14 persen, sementara Trump di urutan bontot dengan 2 persen.

Setelah mengunggah tangkapan layar tersebut, West langsung berkicau, "Orang-orang menganggap saya tidak bisa menjadi calon presiden. Jangan pernah biarkan orang lemah mengontrol dan membunuh pikiranmu."

Namun tak lama setelah itu, LEX 18 News langsung memberikan klarifikasi bahwa tangkapan layar tersebut hanya merupakan tautan uji coba situs pada Juni lalu yang ternyata masih meninggalkan jejak digital.

"Seseorang menemukan situs tak terpakai yang kami gunakan untuk uji coba hasil pemilu primer Associated Press. Tautan lama itu masih ada di jaringan data AP dan menunjukkan uji coba hasil yang merupakan bagian dari persiapan AP menjelang pemilu," tulis LEX 18 News di Twitter.

Pernyataan itu berlanjut, "Hasil yang ditunjukkan tidak valid. Hasil itu hanya bagian dari uji coba. Kami menyayangkan temuan tautan uji coba itu dan sudah menghapus datanya dari situs tersebut. Kami minta maaf atas kebingungan yang ditimbulkan."

Sejak awal mencalonkan diri, daya saing dalam pemilu sendiri sudah sangat kecil, terutama karena sejumlah negara bagian sudah menutup pendaftaran calon kala sang rapper mengumumkan ambisinya menjadi presiden pada 4 Juli lalu.

Kans West untuk menang kian kecil karena hingga waktu pemungutan suara, namanya hanya terdaftar di 11 negara bagian, yaitu Arkansas, Colorado, Idaho, Iowa, Kentucky, Louisiana, Minnesota, Oklahoma, Tennessee, Utah, dan Vermont.

(has/bac)