Asosiasi Kazakhstan-AS Minta Borat Tak Masuk Penghargaan

CNN Indonesia | Selasa, 17/11/2020 18:23 WIB
Asosiasi Kazakhstan-AS meminta ajang penghargaan film tidak memasukkan film Sacha Baron Cohen, Borat Subsequent Moviefilm, ke dalam daftar pertimbangan. Asosiasi Kazakhstan-AS meminta ajang penghargaan film tidak memasukkan film terbaru Sacha Baron Cohen, Borat Subsequent Moviefilm, ke dalam daftar pertimbangan. (Amazon Studios via Imdb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Kazakhstan-Amerika Serikat meminta ajang penghargaan film tidak memasukkan film terbaru Sacha Baron Cohen, Borat Subsequent Moviefilm, ke dalam daftar pertimbangan karena dinilai mengandung rasisme terhadap warga Kazakhstan.

Permintaan itu diajukan melalui surat kepada pihak Academy Awards (Oscar), Golden Globe Awards, Directors Guild of America Awards, dan British Academy of Film and Television Arts Awards (BAFTA), setelah sekuel film Borat tersebut dirilis di Amazon Prime Video pada 23 Oktober.

Asosiasi Kazakhstan Amerika merupakan organisasi nirlaba yang berbasis di Virginia dan berdedikasi melestarikan dan mempromosikan warisan dan budaya Kazakhstan di AS.


Mereka mengecam film Borat Subsequent Moviefilm akibat penggambaran karakter Borat Sagdiyev sebagai jurnalis dari Kazakhstan yang tidak masuk akal.

Film tersebut dinilai mempromosikan stereotip etnis, rasisme, dan xenophobia (ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dianggap asing).

Organisasi itu menjelaskan bahwa saat ini, Kazakhstan masih dalam tahap pemulihan dari masa kolonial yang menindas. Mereka pun butuh perwakilan media yang substansial.

"Sacha Baron Cohen memahami fakta ini dan mengeksploitasi Kazakhstan dengan membajak identitas etnis kami, menutupi kami dengan menggambarkan kami sebagai orang Eropa Timur, dan menghasut pelecehan terhadap orang-orang Kazakhstan di seluruh dunia," demikian pernyataan mereka yang dikutip Variety.

Pernyataan itu berlanjut, "Orang-orang kami melaporkan banyak sekali kasus pelecehan seksual dan fisik serta penindasan karena waralaba Borat."

Surat tersebut juga ditandatangani anggota Dewan Hubungan Amerika-Islam Akademi Film Hollywood.

Borat sejatinya memang sudah memicu kontroversi sejak film perdananya tayang pada 2006. Anak-anak Kazakhstan dilaporkan mengalami efek psikologis akibat diskriminasi etnis dan perundungan di sekolah. Belum lagi perempuan-perempuan Kazakhstan yang menjadi korban pelecehan seksual.

Namun, Amazon tidak menanggapi kontroversi tersebut.

[Gambas:Youtube]

Terpisah, Sacha Baron Cohen dalam wawancara bersama New York Times pada 26 Oktober, menyatakan bahwa film itu sejatinya hanya komedi dan tidak berhubungan sama sekali dengan Kazakhstan di dunia nyata.

"Saya memilih Kazakhstan karena itu adalah tempat yang hampir tidak diketahui siapa pun di AS, yang memungkinkan kami menciptakan dunia liar, komedi, dan palsu. Kazakhstan yang sebenarnya adalah negara yang indah dengan masyarakat modern dan membanggakan, kebalikan dari versi Borat," kata Baron Cohen.

Sementara itu, pemerintah Kazakhstan belum memberikan reaksi yang kuat terhadap sekuel Borat ini. Sebelumnya, mereka sampai melarang penayangan film pertama Borat di Kazakhstan.

Namun kini, Kazakhstan malah mengadopsi dialog film Borat di mana ia mengucapkan 'very nice' untuk menjadi kampanye pariwisata baru yang ceria berjudul "Kazakhstan. Very Nice!"

(chri/has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK