HBO Desak Gugatan atas Leaving Neverland Dibatalkan

CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 10:49 WIB
HBO mendesak pengadilan untuk membatalkan gugatan pihak pewaris Michael Jackson terkait film dokumenter Leaving Neverland. HBO mendesak pengadilan untuk membatalkan gugatan pihak pewaris Michael Jackson terkait film dokumenter Leaving Neverland. (AFP PHOTO / VINCENT AMALVY)
Jakarta, CNN Indonesia --

HBO mendesak pengadilan untuk membatalkan gugatan pihak pewaris Michael Jackson terkait film dokumenter Leaving Neverland.

HBO dituntut US$100 juta dengan alasan telah melanggar perjanjian yang berlangsung 27 tahun untuk tidak melecehkan mendiang Michael Jackson dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Dalam gugatan, pihak Michael Jackson juga menyebutkan bahwa narasumber dalam dokumenter Leaving Neverland memiliki kepentingan keuangan yang membuat mereka mengarang tuduhan terhadap King of Pop tersebut.


Namun Michael Jackson meninggal pada 2009. Sehingga, HBO tidak bisa dituntut dengan pasal pencemaran nama baik.

Oleh sebab itu, perwakilan Michael Jackson dilaporkan Variety mencari celah lewat pelanggaran kontrak yang telah terjalin sejak 1992 untuk dokumenter tur Dangerous.

Pada 2019, Hakim George Wu memihak kepada perwakilan Michael Jackson dengan mengabulkan permintaan membawa kasus tersebut ke arbitrase, penyelesaian sengketa perdata di luar peradilan umum.

Kendati demikian, HBO mengajukan banding atas keputusan tersebut dengan menyatakan Leaving Neverland sama sekali tidak berhubungan dengan kontrak yang disepakati kedua belah pihak pada 1992.

Oleh sebab itu, kuasa hukum HBO Theodore Boutrous mendesak panelis hakim untuk membatalkan putusan pengadilan tersebut. Hal tersebut disampaikan dalam persidangan yang berlangsung pada Kamis (19/11) waktu AS.

"Itu jelas tidak masuk akal. Tidak ada yang membuktikan HBO bermaksud seperti itu," kata Boutrous seperti dilansir Variety.

Para hakim pun terlihat seperti terbuka dengan argumen Boutrous bahwa kontrak Dangerous pada 1992 sudah terlalu jauh dari perselisihan mengenai Leaving Neverland.

"Ini sudah cukup jauh bukan?" kata Hakim Lawrence VanDyke kepada Jonathan Stensapir selaku pihak yang memperjuangkan hak milik Michael Jackson.

"Jackson telah menjadi subjek pemberitaan di tabloid yang sangat konyol. Tidak gila dia menginginkan hal itu dalam kesepakatan," jawab Stensapir.

[Gambas:Youtube]



Leaving Neverland menjadi topik panas sejak awal kehadirannya, terutama setelah tayang pada 3-4 Maret 2019.

Jackson sendiri dituduh melakukan pelecehan seksual pertama kali pada 1993, terhadap bocah umur 13 tahun bernama Jordan Chandler. Sejak saat itu, mendiang tersandung masalah yang sama sampai lima kali.

Geger pelecehan ini pun telah ditanggapi pihak keluarga Jackson, yang juga mati-matian menentang. Janet Jackson, adik Michael yang juga seorang penyanyi, bahkan menolak tampil dalam acara penghargaan Rock & Roll Hall of Fame pada awal April 2019.

Hal itu dilakukan sang adik sebagai bentuk protes terhadap HBO, yang terlibat secara langsung dalam Rock Hall. Janet tetap datang dan memberi pidato saat penerimaan, namun ia tak mengeluarkan pernyataan apapun terkait 'Leaving Neverland'.

(chri/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK