Industri Film Porno Prancis Siapkan Kode Etik Syuting

CNN Indonesia | Sabtu, 21/11/2020 00:40 WIB
Perusahaan film porno di Prancis akan memberlakukan kode etik terkait adegan pemerkosaan dan kekerasan dalam film syur tersebut. Foto ilustrasi film dewasa. (Istockphoto/Pagadesign)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan di industri film porno di Prancis akan memberlakukan kode etik terkait adegan pemerkosaan dan kekerasan dalam film syur tersebut.

Melansir dari AFP, dua perusahaan industri film dewasa dari Prancis akan menerapkan standar baru dalam menyajikan tayangan porno.

Aturan tersebut muncul setelah datang laporan dari sejumlah pemeran perempuan yang mengaku mendapat tindak kekerasan saat proses syuting berlangsung.


Salah satu pihak yang siap menerapkan aturan tersebut datang dari situs amatir yang menyediakan konten porno di Prancis, Jacquie et Michel.

Pihaknya mengatakan akan sesegera mungkin mengadopsi kode etik yang dimaksud. Mereka akan memastikan para produsen film porno menjamin bahwa semua tindakan yang diambil telah menerapkan penanganan tertentu untuk menjamin perlindungan pemeran dan diambil sesuai persetujuan oleh para aktor serta aktris.

Salah satu poin penting dalam kode etik yang dimaksud adalah memastikan para pemeran yang terlibat mengetahui hak mereka untuk menolak adegan seks dalam bentuk apapun sebelum syuting dilakukan.

Jacquie et Michel mengatakan jika ada yang gagal melaksanakan aturan ini, pihaknya akan memblokir dan memutuskan kerjasama dengan produser yang bertanggung jawab.

Pernyataan yang sama juga datang dari produser film porno di Prancis, Dorcel pada Kamis (19/11). Ia mengatakan pihaknya telah menyebarkan aturan kode etik ke seluruh pihak yang terlibat di industri film porno binaannya.

Dorcel bahkan telah meminta artis porno sekaligus produser film dewasa Liza del Sierra untuk mendalami aturan kode etik ini bersama pakar sosiolog dan pengacara yang pernah membela bintang porno di pengadilan.

Aturan kode etik dalam industri porno ini merupakan hal baru dan pertama kali diterapkan di Prancis.

Kode etik tersebut mencakup izin melakukan adegan seks, memastikan kesehatan fisik dan mental para aktor, perlindungan hukum, menjaga kehormatan pemeran, dan hak distribusi.

Rancangan aturan ini akan disusun pada kuartal pertama tahun depan sebelum diterapkan di industri porno secara keseluruhan.

Del Sierra mengatakan kepada AFP bahwa terdapat banyak contoh kasus pelecehan yang terjadi di industri film dewasa. Ia menilai kode etik ini adalah kesempatan berharga untuk mereformasi "ranah yang tidak memiliki asosiasi (badan hukum) dan tidak ada serikat pekerja."

"Seluruh industri kami, termasuk kami sendiri, masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan terkait metode produksi yang dijalankan," kata Dorcel dalam sebuah pernyataan.

Prancis merupakan negara yang memiliki banyak industri film porno. Namun tidak ada perlindungan terhadap pemeran yang terlibat di dalamnya menimbulkan kasus-kasus penganiayaan. Salah satunya yang terjadi di situs Jacquie et Michel.

Kasus ini kembali mencuat setelah Jaksa Penuntut di Prancis membuka penyelidikan terhadap Jacquie et Michel atas dugaan pemerkosaan. Petugas memperkirakan ada empat orang yang diduga menjadi pelaku pemerkosaan, kejahatan, dan perdagangan manusia.

Jaksa juga menyelidiki situs lain yang diduga melanggar kode etik setelah kelompok feminis mengumpulkan kesaksian dari beberapa perempuan yang menjadi korban sejak Juli lalu.

(AFP/nly/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK