Parlemen Korsel Setuju Bahas Tunda Wajib Militer Idol

CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 17:33 WIB
Majelis Nasional Korea Selatan menyetujui pembahasan awal Rancangan Undang-Undang yang mengizinkan idola Korea menunda wajib militer mereka. Pesepakbola Korea Selatan Son Heung-min saat menjalani wajib militer Korsel. (YONHAP / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Pertahanan Parlemen Korea Selatan menyetujui pembahasan awal Rancangan Undang-Undang yang mengizinkan idola Korea menunda wajib militer mereka. Persetujuan itu disampaikan dalam rapat yang diselenggarakan pada Jumat (20/11).

Persetujuan terhadap RUU itu perlu dilanjutkan dengan revisi Undang-Undang Wajib Militer dalam aspek hak luar biasa bagi artis pop yang telah berkontribusi meningkatkan reputasi negara di kancah internasional, seperti BTS, dalam menangguhkan tugas militernya.

Revisi tersebut diusulkan Jeon Yong-gi dari Partai Demokrat yang berkuasa sejak September 2020, setelah BTS resmi menjadi musisi Korea pertama yang berhasil menguasai tangga lagu Hot 100 Billboard melalui single Dynamite.


Oleh sebab itu, para idol yang dinilai berhasil mengharumkan nama Korea di dunia nantinya bisa menunda wajib militer hingga usia 30 tahun.

"Anggota BTS akan dapat menunda pendaftaran mereka sampai usia 30 tahun apabila RUU ini lolos di sidang paripurna dan UU Militer direvisi," kata Jeon Yong-gi.

Namun, hal itu baru akan terealisasi apabila UU Militer direvisi dan disahkan dalam rapat paripurna.

Di bawah Undang-Undang yang berlaku di Korea saat ini, setiap warga laki-laki Korea Selatan berusia 18-28 tahun diwajibkan menjalani wajib militer sekitar dua tahun. Perempuan diizinkan bila ingin mendaftar secara sukarela. Hal itu sudah berlaku sejak 1957.

Apabila tidak direvisi, Jin sebagai member tertua BTS wajib menjalani wajib militernya sebelum akhir 2020. Dalam sejumlah kesempatan, Jin mengaku siap untuk menjalani wajib militer dengan senang hati ketika waktunya tiba.

"Sebagai warga laki-laki Korea, wajib militer itu sudah diberikan. Ketika negara memanggil, saya dengan senang hati menjawabnya. Saya berencana menjalani wajib militer dengan baik ketika waktunya tiba," kata Jin.

"Saya dan member kerap membahas hal ini dan kami setuju untuk tetap menjalankan wajib militer kami," Jin menegaskan.

Opsi penundaan sesungguhnya sudah diungkapkan Menteri Pertahanan Suh Wook sejak Oktober 2020. Opsi tersebut muncul setelah banyak permintaan dan pandangan tujuh member BTS tersebut bisa mendapat perlakuan khusus berkat capaian mereka di seluruh dunia.

Salah satu capaian terbaru adalah ketika BTS menjadi idol Korea pertama yang berhasil menempati posisi pertama Hot 100 Billboard usai merilis single berbahasa Inggris, Dynamite, pada Agustus 2020.

Terkait permasalahan itu, Menteri Pertahanan Suh Wook menyatakan pihaknya mungkin memberikan opsi penundaan pendaftaran. Namun, ia mempertegas pembebasan wajib militer tidak pernah jadi pertimbangan sama sekali.

"Dengan pertimbangan waktu penampilan dan karier mereka, saya meyakini penundaan mungkin layak dipertimbangkan," tuturnya seperti dilansir kantor berita Yonhap.

Selama ini, pemerintah Korea Selatan secara hukum memang memberikan pengecualian dan perlakuan khusus kepada warga laki-laki yang tak lolos tes fisik, kemudian atlet pemenang penghargaan internasional, dan musisi klasik atas peran mereka dalam meningkatkan reputasi Korea Selatan di luar negeri.

Hingga kini, tak ada idol Korea yang sehat secara fisik dan mental yang dibebaskan dari wajib militer.

(chri/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK