Aktris Black Panther Lenyap di Medsos usai Video Anti-vaksin

CNN Indonesia | Senin, 07/12/2020 21:00 WIB
Salah satu aktris Black Panther, Letitia Wright, menghapus akun Twitter dan Instagram setelah dihujani kritik karena mengunggah video anti-vaksin Covid-19. Salah satu aktris Black Panther, Letitia Wright, menghapus akun Twitter dan Instagram setelah dihujani kritik karena mengunggah video anti-vaksin Covid-19. (Dok. Marvel Studios)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu aktris film Black Panther, Letitia Wright, menghapus akun Twitter dan Instagram setelah dihujani kritik warganet karena mengunggah video anti-vaksin Covid-19.

Sebagaimana dilansir Variety, Wright mengunggah video dari YouTube yang bertajuk On The Table. Pembahasan dalam video tersebut mempertanyakan keabsahan vaksin Covid-19.

Bukan hanya itu, pembahasan dalam video itu juga menuduh China menyebarkan Covid-19. Ada pula pembahasan bernada skeptis terhadap perubahan iklim.


Wright mengunggah video itu dengan emoji tangan berdua pada Kamis (3/12) malam. Tak lama, unggahan tersebut dihapus. YouTube juga menghapus video tersebut karena melanggar persyaratan.

Aktris 27 tahun ini juga sempat memberikan pernyataan pada Jumat (4/12) lalu, setelah dikritik netizen. Ia mengaku tidak bermaksud untuk menyakiti siapa pun lewat unggahannya.

"Niat saya bukan untuk menyakiti siapa pun. Satu-satunya niat saya mengunggah video itu adalah meningkatkan kekhawatiran saya tentang apa yang terkandung dalam vaksin dan apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita," kata Wright.

Sebelum memberikan pernyataan itu Wright juga sempat berkicau, "Bila Anda tidak mengikuti opini yang populer, tetapi mengajukan pertanyaan dan pikiran sendiri, diboikot (di-cancel)."

Saat ini, akun Wright yang bernama @LetitiaWright sudah tidak ada di Twitter. Ketika akun tersebut dicari menggunakan fitur pencarian, muncul tulisan 'Akun ini tidak ada'. Begitu pula dengan Instagram.

Dalam beberapa pekan terakhir, vaksin Covid-19 menjadi pembahasan di seluruh dunia. Setidaknya ada tiga vaksin yang sering menjadi sorotan, yaitu Pfizer dengan efikasi yaitu 90 persen, Moderna dengan efikasi 94,5 persen, dan Sinovac yang tingkat efikasinya belum diketahui.

(adp/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK