Iwan Fals Komen Respons JK soal Kritik Jokowi: Bakal Rame Nih

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 07:00 WIB
Musisi Iwan Fals ikut mengomentari pemberitaan mengenai mantan Wapres Jusuf Kalla yang mempertanyakan cara melontarkan kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo. Musisi Iwan Fals ikut mengomentari pemberitaan mengenai mantan Wapres Jusuf Kalla yang mempertanyakan cara melontarkan kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Musisi Iwan Fals ikut mengomentari pemberitaan mengenai mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla (JK), yang mempertanyakan cara melontarkan kritik aman di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Iwan melontarkan responsnya melalui komentar terhadap salah satu pemberitaan mengenai JK di jejaring sosial Twitter.

"Wah, ini lagi, hehe bakal rame, nih," tulis Iwan.


Melalui kicauan itu, Iwan mengomentari pemberitaan mengenai JK yang mempertanyakan cara mengkritik pemerintahan Jokowi.

Kisruh ini sebenarnya bermula ketika JK melontarkan komentar di acara Mimbar Demokrasi Kebangsaan yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Jumat pekan lalu.

"Beberapa hari lalu, Bapak Presiden mengumumkan silakan kritik pemerintah. Tentu banyak yang ingin melihatnya bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi?" kata JK.

Komentar itu langsung memicu kontroversi hingga akhirnya salah satu tenaga ahli Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Ade Irfan Pulungan, menyatakan bahwa JK terkesan ingin melakukan provokasi.

"Jadi sangat ironis sekali saya katakan, jika Pak Jusuf Kalla menyampaikan itu, dan disampaikannya dalam forum suatu partai, sepertinya dia ingin memanas-manasi atau memprovokasi keadaan untuk bisa memberikan arah kepada partai tersebut," kata Ade dalam keterangan tertulisnya kepada CNNIndonesia.com.

Dalam pemberitaan terbaru yang dikomentari Iwan, JK menegaskan bahwa ia hanya bertanya bagaimana cara mengkritik agar tidak dipanggil polisi.

"Itu murni pertanyaan dan banyak menanggapinya secara berbeda-beda, terutama buzzer-buzzer ini, kan? Ini kesannya bertanya saja tidak boleh, apalagi mengkritik. Padahal pertanyaan saya sederhana sekali, yaitu bagaimana caranya mengkritik?" kata JK dalam keterangan resminya, Senin (15/2).

JK sengaja mengajukan pertanyaan tersebut agar masyarakat bisa mendapat penjelasan. Pasalnya, Jokowi tidak menjelaskan cara mengkritik, tapi tidak dipanggil aparat.

Ia lantas meminta para pendukung Jokowi bisa bergerak sejalan dengan keinginan Jokowi. Menurutnya, Jokowi sudah bersungguh-sungguh meminta masyarakat untuk mengkritiknya.

"Sekarang presiden sendiri yang membuka peluang untuk kritik itu dan itu bagus sekali. Tapi caranya harus dijelaskan supaya baik untuk pemerintah dan baik untuk masyarakat. Jadi, apakah saya salah kalau mengajukan suatu pertanyaan? Nah, dari situ bisa lihat karakter mereka yang mempersoalkan pertanyaan tersebut. Itu artinya mereka anti-kritik dan bertentangan dengan Jokowi, buzzer-buzzer itu," kata JK.

(Tim/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK