Love Story (Taylor's Version) Catat Sejarah di Tangga Lagu

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2021 12:06 WIB
Lagu Love Story (Taylor's Version) berhasil mencatatkan sejarah bagi Taylor Swift di tangga musik country. Lagu Love Story (Taylor's Version) berhasil mencatatkan sejarah bagi Taylor Swift di tangga musik country. (AFP/Matt Winkelmeyer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lagu Love Story versi rekam-ulang terbaru dari Taylor Swift, atau Love Story (Taylor's Version), berhasil debut di nomor satu tangga musik country Billboard pada pekan ini.

Capaian itu menjadi yang pertama setelah lagu I Will Always Love You dari Dolly Parton, pada 1974 untuk versi orisinal dan pada Oktober 1982 untuk versi rekam-ulang.

"Versi baru ini bergabung dengan I Will Always Love You dari Dolly Parton sebagai satu-satunya komposisi yang menguasai [tangga lagu] via versi orisinal dan rekam-ulang oleh musisi yang sama," tulis Billboard dalam laporannya dan dirilis Senin (22/2) waktu AS.


Billboard melaporkan, Love Story versi terbaru ini juga menjadi lagu kedelapan Taylor Swift yang berhasil menduduki posisi nomor satu di tangga lagu Hot Country Song, dan sebagai yang pertama kali di puncak tangga lagu itu kala debut.

Capaian itu mengalahkan versi aslinya. Versi asli Love Story debut di nomor 25 pada Hot Country Songs pada 27 September 2008, dan baru melompat naik ke puncak tangga lagu empat pekan setelahnya.

"Ini pertama kalinya [saya] memiliki debut nomor satu di tangga lagu Billboard Hot Country Songs dan saya amat bersyukur kepada penggemar untuk membuat ini bisa terjadi," kata Taylor Swift kepada Billboard.

"Merekalah yang membuat saya berani untuk mendapatkan kembali musik saya dan mereka sungguh menunjukkan diri pekan ini untuk melihatnya," lanjutnya.

"Ini sungguh mengejutkan saya bahwa mereka membuat lagu ini ke nomor satu yang aslinya sudah pernah rilis satu dekade lalu. Saya tak bisa lebih bahagia karena itu terjadi saat ini, dalam situasi ini," kata Taylor Swift.

Taylor Swift merilis Love Story (Taylor's Version) pada 12 Februari lalu sebagai pembuka dari perilisan ulang album Fearless versi rekam-ulang yang dijadwalkan meluncur pada 9 April mendatang.

[Gambas:Youtube]



Taylor memilih untuk merekam ulang seluruh enam album pertamanya setelah katalog master album itu dijual oleh bos label Swift sebelumnya, Big Machine, Scott Borchetta, kepada Scooter Braun, pada 2019 silam.

Braun merupakan orang yang diklaim Swift sebagai dalang dari segala perundungan yang ia terima sejak 2008. Borchetta menjual katalog lagu Swift seharga US$300 juta. Swift mengklaim ia tak pernah diizinkan membeli karyanya sendiri itu.

Kala resmi mengumumkan perihal perilisan album Fearless, Swift menyebut seluruh album dan musik versi rekam-ulang nantinya akan mencantumkan "(Taylor's Version)" sebagai pembeda dari versi sebelumnya.



(end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK