Jakarta, CNN Indonesia -- One Piece chapter 1.005 fokus menceritakan soal kondisi Sanji yang babak belur karena dihajar Black Maria. Black Maria tak akan berhenti menyiksa Sanji sampai sang koki menuruti kemauannya untuk memanggil Nico Robin.
Sanji yang tak berdaya lantaran terikat jaring laba-laba buatan Black Maria tidak bisa berbuat banyak karena dia memang punya pendirian untuk tidak menyakiti perempuan.
Saat situasi sudah semakin mendesak, Sanji tiba-tiba menuruti kemauan Black Maria dan meminta Robin untuk menyelamatkannya. Sikap Sanji yang tiba-tiba menyerah pada keadaan dan menuruti kemauan Black Maria mengagetkan semua orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Black Maria dan anak buahnya tak percaya Sanji benar-benar memanggil Robin. Anak buah Kid menyebut sikap Sanji sungguh memalukan, sementara Nami tak heran Sanji meminta tolong karena yakin lawan yang dihadapi Sanji adalah perempuan.
Tak lama setelah itu, Robin tiba-tiba sudah sampai di markas Black Maria dan memberikan sambutan Gigantesco Mano Spank yang langsung membuat Black Maria tersungkur.
Dengan lantang Robin mengatakan bahwa dia sudah punya pengalaman panjang bersama berbagai organisasi dan itu membuatnya semakin menghormati teman-temannya.
"Kalau sampai ada yang berani macam-macam dengan temanku, maka itu sama artinya dengan memancing 'sisi iblis' dalam diri ku," kata Robin.
Namun ternyata, Robin tak datang sendiri. Dia ditemani Brook yang menggunakan kekuatannya untuk membebaskan Sanji dari ikatan jaring laba-laba Black Maria.
Setelah bebas dari belenggu jaring laba-laba, Sanji langsung berpamitan kepada Robin dan Brook karena dia mau menyelamatkan Nine Red Scabbards yang kini terluka parah akibat dihajar Kaido.
 Sanji. (Courtesy of Shueisha) |
Bumbu candaan pun muncul di momen tersebut, saat Sanji mengatakan bahwa dia tak akan bisa menang jika terus berada di wilayah Black Maria. Pengakuan dosa dari Sanji itu hanya ditanggapi dingin oleh Robin dan Brook yang sudah memahami karakter sang koki.
Di momen itu jugalah, Robin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Sanji. Robin senang karena Sanji mempercayai dia untuk menyelamatkannya dari cengkeraman Black Maria.
Ucapan terima kasih itu ditanggapi dengan berlebihan oleh Sanji. Matanya langsung penuh rasa cinta dan membuat dia tergelincir keluar dari wilayah Black Maria.
Robot pengintai di Onigashima
Adegan kemudian pindah ke Yamato yang masih bersembunyi bersama Momonosuke dan Shinobu. Mereka berhasil menangkap dan merusak satu robot pengintai milik Kaido yang bernama Marys.
Robot-robot berbentuk hewan itu berkeliaran di seluruh penjuru Onigashima demi bisa terus memberikan informasi kepada Kaido menggunakan mata yang ditempelkan di wajah mereka.
Stiker mata yang ada di tubuh Marys sama dengan milik Bao Huang dan beberapa orang di Onigashima. Sejauh ini, belum jelas apa fungsi dan kekuatan dari mata tersebut.
Hanya ada satu fakta soal itu, yaitu mata tersebut bisa digunakan untuk menyampaikan informasi ke seluruh Onigashima, seperti saat Sanji meminta bantuan Robin menggunakan mata yang menempel di wajah salah satu anak buah Black Maria.
Keberadaan Marys di dekat rombongan Yamato-Momo-Shinobu menandakan bahwa posisi mereka sudah ketahuan. Artinya, mereka harus segara kabur.
Momo pun disembunyikan di dalam baju Yamato, dan bersama Shinobu mereka mengalahkan musuh yang hendak mendobrak masuk dan kabur untuk mencari tempat persembunyian lain.
Nasib Nine Red Scabbards
Ilustrasi. (Dok. Toei Animation)
Adegan sedikit mundur ke momen Sanji bebas dari cengkeraman Black Maria, dia mengaku akan menuju ke ruangan tempat Nine Red Scabbards "beristirahat."
Namun di waktu yang sama, ternyata salah satu All-Star Kaido, Jack, sudah siuman dan hendak menuju lokasi yang sama. Tampaknya ini mengindikasikan bahwa Sanji akan bertemu dan berhadapan dengan Jack.
Jack yang masih terlihat babak belur mengatakan kepada Black Maria agar menyerahkan urusan Nine Red Scabbards ke dirinya.
Menurut Jack, meski Nine Red Scabbards terluka parah, mereka tetap samurai yang kuat dan Tobiroppo bukan lawan sepadan.
Mendengar ucapan Jack, Black Maria sempat merasa tersinggung. Namun, Black Maria akhirnya merelakan itu semua karena dia harus berhadapan dengan Robin dan Brook.
 Ilustrasi. (Dok. Toei Animation) |
Chapter 1.005 pun ditutup dengan adegan Black Maria melepas kimononya dan memperlihatkan tato di bagian punggung yang bertuliskan "Jonan" alias "Perempuan Pembawa Malapetaka bagi Pria."
Kata-kata itu tampaknya sesuai dengan karakteristik Black Maria yang merupakan pemimpin rumah bordil di Onigashima. Black Maria pun menghunuskan senjatanya yang berupa tombak dengan Wa Nyuudou di bagian ujungnya.
Wa Nyuudou adalah hantu di mitologi Jepang yang berbentuk roda dengan wajah seorang pria botak di tengahnya.
Black Maria mengatakan bahwa setelah pertarungan selesai, maka Robin akan jadi "properti" milik Kaido. Robin akan dimanfaatkan untuk membaca Poneglyph dan membawa Kaido menuju One Piece.
Namun, keinginan Kaido dan Black Maria itu tentu tak akan mudah. Robin menegaskan bahwa ia tak akan mundur dan lebih baik mati daripada harus jadi bawahan Kaido.