Deddy Mizwar: Dakwah Jadi Menyenangkan Lewat Lorong Waktu

adp, CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 13:22 WIB
Sinetron Lorong Waktu lahir dari ide kreatif seorang Deddy Mizwar. Berikut bincang-bincang CNNIndonesia.com dengan pemeran Pak Haji Husin ini. Deddy Mizwar pernah melahirkan sebuah sinetron Ramadan fenomenal: Lorong Waktu (Foto: CNN Indonesia/ Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lorong Waktu pernah menjadi primadona tontonan di bulan Ramadan. Kisah jenaka bermoral tersebut selama 6 musim tayang di televisi jelang waktu berbuka puasa.

Tiga peran sentral dalam sinetron tersebut adalah Zidan (Jourast Jordy), Ustaz Addin (Adjie Pangestu, Dicky Chandra, dan Hefri Olifian), serta Pak Haji Husin (Deddy Mizwar).

Selain berakting sebagai Pak Haji, Deddy Mizwar juga merupakan orang di balik produksi dan konsep kreatif Lorong Waktu. Di sana, ia berperan sebagai produser dan terkadang sutradara.


Jumat 9 April lalu, CNNInonesia.com berkesempatan berbincang kembali tentang sinetron Lorong Waktu bersama Deddy Mizwar. Banyak yang ia sampaikan, termasuk asal muasal inspirasi Lorong Waktu.

Dari mana inspirasi Lorong Waktu?

Isra Mi'raj diyakini orang tetapi sangat sulit dicerna, bahkan beberapa sahabat kala itu tidak percaya Nabi melakukan Isra Mi'raj.

Sekarang sudah terbukti, enggak usah pakai bismillah dari Mekkah ke Masjidil Aqsa naik supersonic cuma lima menit tidak sampai. Itu enggak ada yang aneh. Kalau berbicara ke Sidratul Muntaha kita enggak bisa.

Terinspirasi dari sana, kami buat cerita itu bisa bercerita tentang berbagai hal. Kita bisa bercerita tentang Malin Kundang dan Pangeran Diponegoro dari perspektif kita. Apa yang ingin kita sampaikan pada masyarakat.

Kenapa konsep perjalanan waktu?

Kalau berpikir pada waktu itu kita sulit bicara teknolog, kita enggak mampu, makanya saya ambil basis peristiwa tadi di masjid. Jadi dalam perspektif Islam kita itu menciptakan peradaban baru.

Kan bisa saja di rumah seorang profesor misalnya, tetapi ini seorang ustad 'gila' yang mengulik. Kemudian ada juga anak kecil, ada tiga generasi. Pak Haji yang ngomel mulu ingetin, Ustad Addin yang meneliti, dan anak kecil yang berpetualang.

Apakah Lorong Waktu jadi sarana dakwah?

(Dakwah) harus disampaikan dengan gembira dan menyenangkan, bukan menakutkan. Bagaimana ceritanya kalau agama disampaikan dengan menakutkan, apalagi ditonton anak-anak kecil. Kalau gembira semua kalangan suka.

Oleh karena itu ada tiga generasi dalam sinetron itu, dari yang tua sampai yang kecil. Tayangan itu betul-betul untuk keluarga, jadi harus disampaikan dengan cara yang ringan dan menyenangkan.

Bagaimana cara membangun cerita Lorong Waktu selama 6 musim?

Setiap proses kreatif harus ada yang baru dan unik, kalau enggak ya tidak ada daya tarik sebagai unsur tontonan. (Komputer upgrade lebih canggih) Itu artinya ada peradaban teknologi yang terus tumbuh dan berkembang dan itu harus diantisipasi oleh umat islam, jangan tertinggal.

Alasan Lorong Waktu berhenti di musim ke-6..

Alasan Lorong Waktu Berhenti Tayang di Musim ke-6

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK