Profil Rio Reifan, Pesinetron yang Kembali Terjerat Narkoba

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 09:23 WIB
Pesinetron Rio Reifan kembali terciduk karena narkoba untuk kesekian kalinya. Pesinetron Rio Reifan kembali terciduk karena narkoba untuk kesekian kalinya. (Screenshoot via Instagram/@rioreifan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesinetron Rio Reifan kembali terciduk karena narkoba. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengonfirmasi hal tersebut, Selasa (20/4).

"Iya RR alias Rio Reifan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Ia ditangkap aparat kepolisian pada Senin (19/4) kemarin di kediamannya yang berlokasi di kawasan Otista, Jakarta Timur. Polisi menyita barang bukti sabu dalam penangkapan itu.


Kasus ini adalah kejadian keempat Rio berurusan dengan polisi karena narkoba.

Terakhir kali, ia ditangkap pada Agustus 2017. Polisi menyita barang bukti berupa narkoba jenis seberat 0,0129 gram, rokok dan dua buah korek. Kasus itu membuat Rio mesti menjalani rehabilitasi.

Sebelum itu, pada Desember 2014, ia juga pernah ditangkap karena sabu dan membuat ia mendapatkan hukuman penjara satu tahun dan dua bulan.

Pria kelahiran 25 Februari 1985 ini merupakan bintang sinetron yang memulai karier sebagai model. Baru pada 2006, Rio mendapatkan peran pendukung sebagai Nunu di sinetron Wulan yang tayang di RCTI. Sejak itu, wajahnya familiar di layar kaca.

Wulan berhasil membuat nama Rio semakin sohor. Ia tak kehabisan tawaran pekerjaan bermain sinetron maupun FTV. Namun biasanya Rio hanya menjadi pemain pendukung.

Setelah Wulan, Rio bermain untuk sinetron garapan rumah produksi Sinemart lainnya. Mulai Intan, Cahaya, Benci Bilang Cinta, sampai Diva menggunakan Rio sebagai aktornya.

Ia juga terlibat dalam serial hit RCTI lainnya, yakni Tukang Bubur Naik Haji The Series. Dalam sinetron itu, Rio bermain sebagai Restu, rekan kerja tokoh utama yang bernama Robby.

Tukang Bubur Naik Haji The Series termasuk salah satu sinetron besar di Indonesia. Ia tayang selama lima tahun dari 28 Mei 2012 hingga 7 Februari 2012 dan dinobatkan sebagai sinetron dengan episode terpanjang di sejarah pertelevisian Indonesia.

(end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK