Review Serial: Girl From Nowhere 2

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 14:21 WIB
Meski secara sinematografi lebih baik, namun beberapa adegan dalam Girl From Nowhere 2 membuat penonton bertanya-tanya. Meski secara sinematografi lebih baik, namun beberapa adegan dalam Girl From Nowhere 2 membuat penonton bertanya-tanya dan kurang jelas. (Foto: Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --

Artikel ini mengandung beberan atau spoiler.

Nanno (Kitty Chicha Amatayakul) kembali hadir membuat kepala penonton pusing dan kadang mengernyitkan dahi lewat serial Girl From Nowhere 2. Dalam musim terbaru, Nanno kembali datang membawa karma bagi oknum-oknum 'bermasalah' di lingkungan sekolah.

Banyak hal yang benar-benar membedakan Girl From Nowhere 2 dibandingkan pendahulunya yang tayang pada 2018. Mulai dari sinematografi, Nanno yang menampilkan lebih banyak emosi dan sisi barunya, hingga karakter baru yang benar-benar mengubah 'rasa'.


Sinematografi Girl From Nowhere 2 benar-benar on another level jika dibandingkan pendahulunya, mulai dari opening scene yang begitu estetis dan menyiratkan hubungan Nanno dengan satu karakter penting dalam musim ini.

Kemudian sinematografi episode 6 - Liberation juga perlu diacungi jempol. Liberation menjadi satu-satunya episode yang ditampilkan dalam hitam putih.

Hal itu selaras dengan jalan cerita yang menunjukkan kehidupan murid-murid Sekolah Pantanawittaya yang wajib mengikuti seluruh aturan yang berlaku di sana tanpa pertanyaan atau bantahan sama sekali.

Sementara itu, beberapa episode Girl From Nowhere 2 memiliki jalan cerita yang mengejutkan meski sudah bisa diperkirakan terlebih dahulu lewat emoji yang pernah diunggah Kitty di Instagram Story beberapa waktu lalu.

Kala itu, Kitty mendeskripsikan setiap episode Girl From Nowhere 2 dengan emoji. Setelah menyaksikan langsung, emoji itu benar-benar menggambarkan episode per episode tapi tak seperti yang saya bayangkan di awal.

Dalam musim ini, karakter Nanno juga menampilkan lebih banyak emosi dibandingkan musim pertama, terutama setelah berhadapan dengan Yuri (Nink Chanya McClory). Jelang akhir episode, Nanno turut menunjukkan sisi 'manusiawi'-nya.

"Kejahatan umat manusia itu rumit. Bahkan cinta bisa dijadikan alasan untuk melakukan hal-hal egois. Begitulah manusia."

Secara garis besar, Girl From Nowhere 2 memiliki sinematografi yang jauh lebih baik dibandingkan musim pertama. Tak hanya itu, kebrutalan yang ditampilkan juga on another level, terutama dengan perpaduan efek suara yang amat mendukung.

Namun, musim ini memiliki sedikit catatan, salah satunya adalah rambut palsu Nanno yang kerap terlihat kaku dalam sejumlah adegan.

Girl From Nowhere 2dok. Netflix.Tokoh Nanno dalam Girl from Nowhere 2 (Foto: Netflix)

Kemudian, beberapa episode musim terbaru ini memiliki jalan cerita yang membuat saya sebagai penonton mengernyitkan dahi karena benar-benar berbeda, yang mana kurang baik dibanding musim sebelumnya.

"Ini apaan dah?" pertanyaan yang kerap muncul ketika menyaksikan beberapa episode dalam musim ini, termasuk 'sistem kaderisasi' yang ditampilkan di akhir episode musim ini.

Perubahan tersebut mungkin dipengaruhi oleh kehadiran Yuri, karakter yang sepertinya akan muncul di musim selanjutnya. Sehingga, jalan cerita dibuat sedemikian rupa untuk mulai memperkenalkan Yuri, termasuk karakternya, kepada penonton.

Walau kadang membuat dahi mengernyit, inti permasalahan yang ditampilkan dalam Girl From Nowhere 2 masih bisa terhubung dengan masyarakat, termasuk di Indonesia.

Mulai dari kehamilan remaja, ospek yang mengandung kekerasan, suap menyuap dengan petinggi sekolag, hingga sistem sekolah yang berlaku sejak puluhan tahun silam tapi tak pernah disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Pada akhirnya, Girl From Nowhere 2 merupakan serial yang lumayan menghibur di kala pandemi. Ada baiknya penonton menyaksikan opening scene. Selain estetik, opening scene tersebut juga memberikan sedikit gambaran mengenai hubungan Nanno dan Yuri.

Akhir kisah Girl From Nowhere 2 membuat saya juga amat menantikan musim selanjutnya karena penasaran dengan langkah-langkah yang akan diambil Nanno ketika berhadapan kembali dengan Yuri, termasuk hal-hal yang mungkin akan dilakukan Junko (Ploy Ploynarin Sornarin).

Karakter Yuri (Nink Chanya McClory) dalam Girl From Nowhere 2dok. Netflix.Karakter Yuri (Nink Chanya McClory) dalam Girl From Nowhere 2 (Foto: Netflix)

Apresiasi perlu diberikan kepada dua aktor utama serial ini, James Teeradon Supapunpinyo (Nanai) dan Aim Bhumibhat Thavornsiri (Kaye), yang tampil begitu luar biasa hingga membuat saya sebagai penonton begitu terganggu.

Saya juga hendak mengimbau penonton Girl From Nowhere 2 yang mungkin kesal dengan karakter tertentu, seperti Yuri, untuk tidak menyerang artis secara personal.Hate the Character, Respect the Actor.

Girl From Nowhere 2 memiliki delapan episode dengan durasi masing-masing sekitar 45 menit. Serial untuk dewasa ini bisa disaksikan di Netflix. Sinopsis Girl From Nowhere 2 dapat dibaca di sini.

[Gambas:Youtube]



(chri/fjr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK