Billie Eilish Minta Maaf Usai Dituduh Rasis pada Orang Asia

adp, CNN Indonesia | Selasa, 22/06/2021 14:30 WIB
Sebuah video kala Billie Eilish masih remaja disebut menghina orang Asia. Eilish akhirnya meminta maaf atas ketidaktahuannya kala itu. Billie Eilish (Foto: Emma McIntyre/Getty Images for The Recording Academy/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyanyi Billie Eilish meminta maaf dan mengklarifikasi setelah video yang merupakan gabungan dari dua video beredar membuat dirinya dianggap rasis. Pernyataan itu ia sampaikan lewat story pada akun Instagram pribadi.

Billie merasa perlu meminta maaf dan mengklarifikasi setelah dicap sebagai orang yang rasis. Ia mengaku masih berusia 13-14 tahun ketika membuat salah satu video di mana ia mengucapkan kata dari sebuah lagu yang kemudian dianggap menghina orang Asia.

"Pada saat itu saya tidak tahu itu adalah istilah penghinaan yang digunakan terhadap komunitas Asia. Saya terkejut dan malu, ingin muntah bahwa saya telah mengucapkan kata itu," penggalan keterangan Eilish.


"Terlepas dari ketidaktahuan dan usia saya saat itu, tidak ada alasan bahwa faktanya itu menyakitkan, dan untuk itu saya minta maaf." lanjutnya.

Pada video tersebut, Eilish terlihat merekam wajahnya sendiri. Ia kemudian mengucapkan kata ch*nk yang dianggap warganet alias netizen sebagai penghinaan terhadap orang Asia.

Penyanyi Billie Eilish meminta maaf dan mengklarifikasi setelah video yang merupakan gabungan dari dua video membuat dirinya dianggap rasis.Permintaan maaf Billie Eilish (Foto: Billie Eilish)

Kata ch*nk sendiri merupakan bahasa Inggris yang memiliki konotasi penghinaan terhadap seseorang keturunan China. Kata tersebut juga digunakan terhadap orang-orang yang memiliki penampilan Asia Timur.

Pelantun lagu Bad Guy ini kemudian memberikan klarifikasi terkait satu video lain yang memuat dirinya sedang meracau. Netizen menilai Eilish telah menirukan aksen salah satu negara Asia dengan maksud mengejek.

Eilish mengaku ia kerap meracau ketika masih kecil untuk berbicara dengan hewan peliharaan, teman, dan keluarganya sendiri. Ia memastikan bahwa itu hanya racauan biasa untuk bercanda.

"Dan sama sekali tidak meniru siapa pun, bahasa apa pun, aksen, atau budaya apa pun," katanya.

Lebih lanjut, ia mengaku tidak bermaksud untuk menyakiti orang lain dengan racauan tersebut. Ia sendiri kecewa telah dianggap sebagai orang yang rasis, padahal ia tidak merasa sebagai orang seperti itu.

(adp/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK