Tiket Sering Ludes, Bioskop Tambah Layar Film Nussa

Tim | CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 17:40 WIB
Sambutan hangat masyarakat membuat bioskop menambah layar film Nussa. Sambutan hangat masyarakat membuat bioskop menambah layar film Nussa. Foto: (dok. Visinema Pictures/The Little Giantz via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film animasi Nussa menambah layar di bioskop-bioskop Pulau Jawa pada hari kedelapan setelah tayang perdana pada 14 Oktober. Hal tersebut diumumkan Visinema di media sosialnya, Kamis (21/10).

"Sekarang Sahabat Nussa enggak perlu takut lagi kehabisan tiket nonton #FilmNussa, karena ada penambahan layar di bioskop @cinema.21," tulis akun Instagram @visinemaid.

Surabaya menjadi kota dengan penambahan layar terbanyak pada lima bioskop. Disusul Semarang dengan penambahan layar di tiga bioskop, yakni Citra XXI, DP Mall XXI, Transmart Majapahit XXI.


Kemudian 10 kabupaten/kota lain yang berada di Pulau Jawa terdapat ada penambahan layar pada 1 bioskop, yaitu kota Jakarta, Bogor, Bandung, Cikarang, Tangerang, Pekalongan, Sidoarjo, Malang, Solo, Yogyakarta.

Sebelumnya, performa Nussa di bioskop terbilang positif. Tiket Nussa terjual habis di sejumlah bioskop Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada penayangan hari pertama.

Nussa sendiri merupakan film Indonesia pertama yang tayang di bioskop setelah kembali beroperasi di masa PPKM. Sebelum tayang di Indonesia, Nussa lebih dulu tayang di Bucheon International Fantastic Film Festival 2021.

Film animasi ini diadaptasi dari serial animasi bertajuk sama yang tayang di televisi. Serial tersebut sempat memenangkan Film Animasi (Pendek) Terbaik Festival Film Indonesia 2019.

[Gambas:Instagram]



Cerita film Nussa fokus pada karakter anak kecil bernama Nussa yang disulih suara oleh aktor Muzakki Ramdhan. Ia merasa bingung dan gusar menjelang sebuah pertandingan sains antar-sekolah.

Nussa selama ini dikenal sebagai seorang anak yang menaruh minat tinggi terhadap sains. Dia juga dinilai sebagai anak yang pintar dan jadi andalan sekolahnya terkait dengan sains.

Namun situasi mulai berubah ketika seorang anak baru datang ke sekolah Nussa. Anak bernama Jonni (Ali Fikry) itu memiliki banyak keunggulan dibanding Nussa, terutama memiliki peralatan yang lebih canggih.

Nussa sempat menjadi perbincangan setelah dianggap sebagai film yang mempromosikan Islam 'kearab-araban.' Angga Dwimas Sasongko selaku produser eksekutif Nussa langsung membantah hal tersebut.

(adp/chri)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER