Apakah Genre Menentukan Film Jadi Laris di Pasar?

CNN Indonesia
Minggu, 03 Jul 2022 13:20 WIB
Drama, komedi, dan horor merupakan genre yang mendominasi 10 besar film Indonesia terlaris sepanjang masa. Tapi, apakah genre yang menentukan? Drama, komedi, dan horor merupakan genre yang mendominasi 10 besar film Indonesia terlaris sepanjang masa. Tapi, apakah genre yang menentukan? (Foto: Dok. Falcon Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --

Drama, komedi, dan horor. Ketiganya merupakan genre yang mendominasi 10 besar film Indonesia terlaris sepanjang masa. Menempati posisi puncak, film KKN di Desa Penari meraih jumlah penonton yang spektakuler: 9.227.358 penonton per Kamis (30/6).

Film horor garapan MD Pictures itu berhasil menggeser juara bertahan sebelumnya, yaitu Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016). Film komedi tersebut bertahan selama enam tahun dengan rekor 6.858.615 penonton.

Posisi 3, 4, 5, dan 6 diisi oleh film bergenre drama, yaitu Dilan 1990 dan Dilan 1991, lalu diikuti oleh Laskar Pelangi dan Habibie & Ainun. Ketiga film ini berada di torehan 4-5 juta penonton. Sedangkan, posisi 7 hingga 10 mengikuti pola yang sama, horor, komedi, lalu drama.

Lantas, apa yang membuat ketiga genre tersebut bisa mendominasi daftar tersebut? Pengamat film Satrio Pamungkas mengungkapkan setidaknya ada satu alasan besar yang menjadi penyebab. Yaitu, ketiga genre film tersebut memiliki relevansi dengan kehidupan masyarakat, terutama genre drama.

Genre drama sangat dekat dengan konstruksi sosial masyarakat. Sehingga, penonton dapat mudah menerima dan mencerna film karena dekat secara makna.

"Itu yang mungkin menurutku bikin drama dekat sama kita. Kebudayaan itu membentuk kita jadi orang yang dramatisasi dari perkembangan periode ke periode. Kita selalu dihadapi dengan kesulitan, terus kita berdrama. Itu juga mungkin karena drama," kata Satrio kala berbincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil jajak pendapat atau polling yang diadakan CNNIndonesia.com di media sosial baru-baru ini, komedi menjadi genre terfavorit penonton Indonesia dengan hasil 37 persen dari 219 responden.

Peringkat kedua diikuti oleh genre superhero dengan capaian 26 persen. Sedangkan, drama mendapatkan porsi 18 persen dan horor memiliki selisih tipis dengan 17 persen.

Meski demikian, Satrio menegaskan bahwa genre bukan faktor utama yang memotivasi penonton pergi ke bioskop. Karena, kata Satrio, "Setiap orang punya kegemaran genre masing-masing."

Satrio menilai, masyarakat tidak pernah secara sengaja membentuk tren atas genre yang sedang laris di pasaran. Yang sebenarnya menentukan suatu genre memiliki musimnya sendiri, menurut Satrio, adalah pola bisnis industri perfilman. Sehingga, penonton seolah-olah yang membentuk musim genre tertentu.

"Penonton itu tidak pernah mengalami sebuah musim karena mereka memiliki interpretasi masing-masing. Tapi, ruang bisnisnya seolah-olah membentuk bahwa ini adalah eranya horor, komedi, atau lainnya," ujar Satrio.

"Mungkin saja pembentukan era itu jadi membentuk penonton juga," tambahnya.

Faktor lain yang menentukan film bisa laris di pasaran adalah besarnya basis penggemar dari sebuah produk film. Satrio menggunakan Warkop DKI sebagai contoh yang sudah menjadi ikon legendaris di Indonesia.

Lanjut ke sebelah...

Relevansi Adalah Kunci

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER