Review Film: Pengabdi Setan 2 Communion

Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Jumat, 05 Agu 2022 19:40 WIB
Review film: Pengabdi Setan 2 Communion jadi bukti sekuel bisa sama bagus atau lebih baik dari pendahulunya. Review film: Pengabdi Setan 2 Communion jadi bukti sekuel bisa sama bagus atau lebih baik dari pendahulunya. (dok. Rapi Films via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tak banyak sutradara yang mampu membuat proyek sekuel sama bagus atau bahkan lebih baik dari prekuelnya. Joko Anwar membuktikan diri dia adalah satu dari sedikit sutradara tersebut melalui Pengabdi Setan 2: Communion.

Proyek sekuel biasanya menjadi mimpi buruk atau setidaknya menjadi tembok tinggi besar bagi seorang sineas. Tantangannya banyak, mulai dari ekspektasi penonton hingga nasib dibandingkan dengan proyek sebelumnya.

Apalagi, proyek sebelumnya sesukses Pengabdi Setan (2017) yang bisa dibilang sebagai barometer film horor Indonesia era milenium, baik secara kesuksesan komersil maupun secara kualitas narasi juga sinematik.

Kini Pengabdi Setan 2: Communion berhasil terbang melampaui tembok tinggi besar itu, sama seperti ketika Ibu terbang mundur ke langit-langit ruangan gelap, membawa kembali pengalaman horor serupa yang pernah ada lima tahun lalu.

Sebagai penulis dan sutradara saga Pengabdi Setan era modern, Joko Anwar tahu persis bagaimana membawa kisah teror Ibu ke layar lebar. Mulai dari narasi cerita keseluruhan, pembabakan, jumpscare, permainan kamera, fokus adegan, bentuk penampakan setan, hingga permainan audio untuk mempermainkan emosi juga detak jantung penonton.

Secara cerita keseluruhan, Pengabdi Setan 2: Communion sebenarnya masih serupa dengan versi sebelumnya. Joko Anwar menggunakan dasar formula yang mirip.

Bront Paralae sebagai Bapak di Pengabdi Setan 2: CommunionReview film Pengabdi Setan 2 Communion: Sebagai penulis dan sutradara saga Pengabdi Setan era modern, Joko Anwar tahu persis bagaimana membawa kisah teror Ibu ke layar lebar. (dok. Rapi Films via YouTube)

Mulai dari kisah Rini sebagai pembuka, kemudian pergolakan dalam keluarga Suwono, teror-teror kecil, adegan-adegan sederhana yang creepy, horor yang meneror, sisipan humor untuk relaksasi sesaat, hingga dialog religius mengikuti format horor dekade '80-an tapi punya pesan satire khas Joko Anwar di dalamnya.

Pembabakan itulah yang membuat penonton Pengabdi Setan 2: Communion --yang sebagian besar pasti penonton pada 2017-- merasakan sensasi serupa dari lima tahun lalu. Sebuah rasa yang akrab dan membuat otak meyakini bahwa ia akan kembali menyambut horor dan adrenalin yang pernah ada.

Meski masih pakai formula dasar yang sama, Joko Anwar membuat keputusan tepat dengan mengeksplorasi cerita dan eksekusi visual untuk Pengabdi Setan 2: Communion. Cerita pada sekuel ini lebih kaya, kompleks, dan tentu saja memperluas kisah yang disebut penggemar berat sineas ini sebagai "Joko Anwar Universe".



Kisah dalam Communion kini bukan hanya soal keluarga Suwono ataupun sekte sesat nan misterius, tetapi juga permasalahan dalam komunitas yang memiliki kehidupan serupa alias komuni, yang terwakili lewat penghuni rumah susun itu.

Sudah jadi rahasia umum Joko Anwar dikenal menyisipkan masalah sosial dan dialog satire dalam film-filmnya, begitu pula dalam Communion.

Namun sisipan tersebut tidak lantas menjadikan film ini sebagai film "sok SJW", melainkan menambah bobot dari sebuah film horor Indonesia yang biasanya hanya berisi jumpscare, audio mengerikan, serta jerit-jerit dan kejar-kejaran para karakternya.

Ambil contoh ketika Joko Anwar menyinggung soal orang tua yang kasar dan anak yang justru lega ketika orang tuanya meninggal, atau ketika pandangan remeh terhadap perempuan karena pakaian juga pekerjaannya, hingga perbedaan sudut pandang "masalah hidup dan mati" antar masing-masing individu.

Setelah cerita yang dibuat semakin eksploratif dan luas, Joko Anwar juga bermain-main dengan gaya visual sehingga membuat Pengabdi Setan 2 Communion jelas terasa berbeda dari pendahulunya.

Lanjut ke sebelah...

Review Film: Pengabdi Setan 2: Communion

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER