Kronologi Pencipta Joko Tingkir Ngombe Dawet Dikecam hingga Minta Maaf
CNN Indonesia
Sabtu, 20 Agu 2022 12:04 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kronologi Joko Tingkir Ngombe Dawet picu kecaman hingga buat pencipta lagunya meminta maaf. Foto: Detikcom/Eko Sudjarwo
Jakarta, CNN Indonesia --
Pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet akhirnya buka suara dan meminta maaf setelah lagu tersebut memicu kontroversi dan mengundang kecaman dalam waktu terakhir.
Pria yang disebut label sebagai Tama Halu itu mengaku tidak mengetahui penggunaan kata "Joko Tingkir" dan melodi lagu itu akan memicu kecaman dan kontroversi.
"Di video dan kesempatan kali ini, izinkan saya untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Lamongan dan pihak-pihak yang tersinggung atau kurang berkenan, karena saya telah membuat lirik menggunakan nama Joko Tingkir," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ketidaktahuan saya, ketidakpahaman saya, bahwa Joko Tingkir adalah sosok ulama besar di Jawa," lanjutnya.
"Tidak ada niatan saya untuk melecehkan nama beliau. Saya akui karena saya tidak tahu dan saya kurang paham di balik sosok nama besar beliau," kata Tama Halu.
Permintaan maaf itu disampaikan beberapa hari setelah banyak pihak, terutama warga Lamongan memprotes lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet karena dinilai melecehkan sosok ulama besar Joko Tingkir.
Joko Tingkir merupakan tokoh keagamaan besar. Ia dulunya adalah guru para ulama di Nusantara. Selain itu, Joko Tingkir pernah menjadi salah satu murid dari Raden Said alias Sunan Kalijaga.
Salah satu yang mengkritik lagu itu adalah anggota DPRD Lamongan Imam Fadli yang mengungkapkan Joko Tingkir tidak hanya dikenal oleh masyarakat Lamongan, tapi juga dikenal oleh masyarakat sebagai sosok yang menurunkan banyak orang alim di tanah Jawa.
"Almarhum Gus Dur pernah berkisah tentang sosok Joko Tingkir yang tidak hanya Raja Pajang dan menantu Sultan Trenggono tapi juga sosok yang banyak menurunkan ulama di tanah Jawa," kata Imam Fadli.
"Sosok Joko Tingkir menjadi salah satu tokoh yang dihormati kebesaran dan kehebatannya dan menjadi teladan bersama," imbuhnya.
Lanjut ke sebelah...
Protes keras juga datang dari Gus Muwafiq, ulama kharismatik yang pernah menjadi asisten pribadi Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Lewat video yang diunggah di akun YouTube Gus Muwafiq Channel, ia meminta pencipta lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' dicari supaya dinasihati soal pencatutan nama Joko Tingkir.
"Digoleki iki, ndang dituturi sing ngarang iku (Coba dicari. Segera diberikan masukan pengarang lagu ini)," ujar Gus Muwafiq dikutip dari detikJatim, Kamis (18/8).
Tak hanya itu, Gus Muwafiq juga mengkritik aransemen lagu itu yang dinilai biasa dilantunkan dalam kegiatan keagamaan Islam.
Irama serupa juga kerap muncul dalam beberapa lagu Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf, salah satunya lagu Turi Putih.
Habib Syekh kerap menyanyikan lagu selawat itu bersama jemaahnya di acara Tablig Akbar. Diketahui, Habib Syekh adalah satu ulama Islam ternama di Indonesia.
"Itu lagu (Joko Tingkir Ngombe Dawet) yang dipakai itu lagu selawatan. Sholatullah salamullah 'ala toha rosullillah. Sholatullah salamullah 'ala yasin Habibillah. 'ala yasin habibillah,'' ujar Gus Muwafiq.
Kini, Tama Halu menyampaikan permintaan maafnya. Ia juga berharap warga Lamongan atau pihak-pihak yang terluka bisa menerima permintaan maafnya.
"Semoga permohonan maaf ini bisa diterima, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," katanya.
"Terima kasih, kulo mohon maaf nggih, kulo mboten ngertos sama sekali bahwa beliau niku ulama besar (saya minta maaf ya, saya tidak tahu bahwa beliau adalah ulama besar)" lanjutnya.
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Tama untuk dikutip pernyataannya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet akhirnya buka suara dan meminta maaf setelah lagu tersebut memicu kontroversi dan mengundang kecaman dalam waktu terakhir.
Pria yang disebut label sebagai Tama Halu itu mengaku tidak mengetahui penggunaan kata "Joko Tingkir" dan melodi lagu itu akan memicu kecaman dan kontroversi.
"Di video dan kesempatan kali ini, izinkan saya untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Lamongan dan pihak-pihak yang tersinggung atau kurang berkenan, karena saya telah membuat lirik menggunakan nama Joko Tingkir," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ketidaktahuan saya, ketidakpahaman saya, bahwa Joko Tingkir adalah sosok ulama besar di Jawa," lanjutnya.
"Tidak ada niatan saya untuk melecehkan nama beliau. Saya akui karena saya tidak tahu dan saya kurang paham di balik sosok nama besar beliau," kata Tama Halu.
Permintaan maaf itu disampaikan beberapa hari setelah banyak pihak, terutama warga Lamongan memprotes lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet karena dinilai melecehkan sosok ulama besar Joko Tingkir.
Joko Tingkir merupakan tokoh keagamaan besar. Ia dulunya adalah guru para ulama di Nusantara. Selain itu, Joko Tingkir pernah menjadi salah satu murid dari Raden Said alias Sunan Kalijaga.
Salah satu yang mengkritik lagu itu adalah anggota DPRD Lamongan Imam Fadli yang mengungkapkan Joko Tingkir tidak hanya dikenal oleh masyarakat Lamongan, tapi juga dikenal oleh masyarakat sebagai sosok yang menurunkan banyak orang alim di tanah Jawa.
"Almarhum Gus Dur pernah berkisah tentang sosok Joko Tingkir yang tidak hanya Raja Pajang dan menantu Sultan Trenggono tapi juga sosok yang banyak menurunkan ulama di tanah Jawa," kata Imam Fadli.
"Sosok Joko Tingkir menjadi salah satu tokoh yang dihormati kebesaran dan kehebatannya dan menjadi teladan bersama," imbuhnya.
Lanjut ke sebelah...
Protes Keras Gus Muwafiq
Kronologi Joko Tingkir Ngombe Dawet picu kecaman hingga buat pencipta lagunya meminta maaf. Foto: Detikcom/Mardi Rahmat
Protes keras juga datang dari Gus Muwafiq, ulama kharismatik yang pernah menjadi asisten pribadi Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Lewat video yang diunggah di akun YouTube Gus Muwafiq Channel, ia meminta pencipta lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' dicari supaya dinasihati soal pencatutan nama Joko Tingkir.
"Digoleki iki, ndang dituturi sing ngarang iku (Coba dicari. Segera diberikan masukan pengarang lagu ini)," ujar Gus Muwafiq dikutip dari detikJatim, Kamis (18/8).
Tak hanya itu, Gus Muwafiq juga mengkritik aransemen lagu itu yang dinilai biasa dilantunkan dalam kegiatan keagamaan Islam.
Irama serupa juga kerap muncul dalam beberapa lagu Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf, salah satunya lagu Turi Putih.
Habib Syekh kerap menyanyikan lagu selawat itu bersama jemaahnya di acara Tablig Akbar. Diketahui, Habib Syekh adalah satu ulama Islam ternama di Indonesia.
"Itu lagu (Joko Tingkir Ngombe Dawet) yang dipakai itu lagu selawatan. Sholatullah salamullah 'ala toha rosullillah. Sholatullah salamullah 'ala yasin Habibillah. 'ala yasin habibillah,'' ujar Gus Muwafiq.
Kini, Tama Halu menyampaikan permintaan maafnya. Ia juga berharap warga Lamongan atau pihak-pihak yang terluka bisa menerima permintaan maafnya.
"Semoga permohonan maaf ini bisa diterima, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," katanya.
"Terima kasih, kulo mohon maaf nggih, kulo mboten ngertos sama sekali bahwa beliau niku ulama besar (saya minta maaf ya, saya tidak tahu bahwa beliau adalah ulama besar)" lanjutnya.
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Tama untuk dikutip pernyataannya.