Di Balik Lirik Lagu Kontroversial Joko Tingkir Ngombe Dawet
CNN Indonesia
Kamis, 18 Agu 2022 14:00 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Lirik lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang kontroversial karena dianggap merendahkan tokoh ulama ternama, Joko Tingkir. Foto: Detikcom/Eko Sudjarwo
Jakarta, CNN Indonesia --
Lagu koplo campursari Joko Tingkir Ngombe Dawet menarik perhatian banyak orang belakangan ini, mulai dari digunakan sebagai lagu latar video di media sosial hingga kontroversi penggunaan nama Joko Tingkir di liriknya.
Salah satu yang terbaru adalah saat Presiden Joko Widodo meminta penyanyi cilik Farel Prayoga untuk menampilkan lagu itu pada perayaan 17 Agustus di Istana Merdeka, Jakarta.
Namun, Farel pada akhirnya tidak menyanyikan lagu itu dan kembali menampilkan Ojo Dibandingke yang telah dinyanyikan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lirik lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet sudah memicu kontroversi dan kecaman dari sejumlah pihak. Redaktur Keislaman Nahdlatul Ulama (NU) Online Ahmad Muntaha AM, mengecam penggunaan nama Joko Tingkir sebagai sorotan utama di lagu itu.
Menurutnya, Joko Tingkir adalah sosok penting yang berperan besar dalam mendakwahkan Islam di Nusantara.
Joko Tingkir juga memiliki jalur nasab (keturunan) ke bawah kepada Hadratus Syekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahid Hasyim hingga Gus Dur. Semua nama tersebut adalah tokoh-tokoh besar yang sangat dihormati oleh bangsa Indonesia.
"Merujuk catatan Kiai Ishomuddin Hadziq atau Gus Ishom, muhaqqiq kumpulan karya Hadratus Syekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari, Joko Tingkir adalah kakek ke-3 dari KH Muhammad Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Itu berarti Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid adalah generasi ke-6," tulis Ahmad Muntaha AM melalui situs resmi Nahdlatul Ulama, Senin (15/8).
"Nasab Joko Tingkir bertemu dengan Maulana Ishaq ayah Sunan Giri, salah satu Walisongo yang telah berjasa besar dalam mendakwahkan Islam di Nusantara," lanjut keterangan itu.
Lanjut ke sebelah...
Menilik secara singkat lirik lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, terdapat gaya parikan (pantun) khas Jawa Timur yang dituangkan oleh sang pencipta lirik Ronald Dwi Febrianzah.
Gaya tersebut meliputi penempatan rima serupa di tiap akhir baitnya, serta pola nada repetitif yang dibalut dengan aransemen ala lagu nasyid.
Berikut lirik dan terjemahan lepas lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet karangan Ronald Dwi Febrianzah.