Pemberontakan Libya

9 Orang Tewas di Bandara Tripoli

CNN International, CNN Indonesia | Rabu, 17/09/2014 17:23 WIB
Bentrokan tak terhindarkan terjadi ketika pasukan Misrata mencoba merebut bandar udara Tripoli dari kekuasaan tentara pemerintah Libya, menewaskan 9 orang. Sembilan orang tewas dan 30 lainnya luka-luka dalam bentrokan antara pasukan Misrata dan tentara pemerintah Libya.
Benghazi, CNN Indonesia -- Bentrokan antara pasukan pemerintah Libya dan pasukan oposisi, Misrata, terjadi di wilayah timur kota Benghazi ketika pasukan Misrata berusaha menguasai bandara Tripoli pada Selasa (16/7).

Sembilan orang tewas dan 30 lainnya luka-luka dalam pertempuran ini.

Bentrokan terjadi ketika pasukan oposisi Islam mencoba merebut bandara Tripoli yang dikuasai tentara pemerintah yang bersekutu dengan mantan jenderal militer Libya era Muamar Gaddafi, Khalifa Haftar.


"Kami masih menguasai bandara," ujar Saqer al-Jouroushi, komandan pertahanan udara Haftar, sembari menambahkan bahwa pasukannya telah menyiapkan empat helikopter dan empat pesawat tempur MiG dari era Gaddafi.

Pengamat menilai pemerintah Libya tidak mampu mengendalikan bentrokan antar pasukan yang dulu membantu menggulingkan Gaddafi sehingga mereka kini berperang satu sama lain untuk mendapatkan kekuasaan.

Libya kini kembali dilanda konflik karena pemerintah tak mampu mengendalikan beberapa pemberontak yang mulai bersaing untuk mendapatkan kekuasaan regional.

Bulan lalu, Dewan Perwakilan Libya dan berbagai lembaga pemerintahan Libya dipindahkan dari ibukota Tripoli ke wilayah kecil kota Tobruk setelah pasukan Misrata menduduki Tripoli dan beberapa institusi penting pemerintahan.

Pasukan Misrata saat ini tengah menyiapkan parlemen dan pemerintahan tandingan, meski belum diakui oleh dunia internasional.

Ketika bentrokan di ibukota hampir berakhir, pasukan Misrata mencoba mengepung wilayah suku Warshefana di barat Tripoli selama beberapa minggu.

"Pertempuran tersebut telah mengakibatkan banyak korban tewas dan terluka, dan juga telah mengganggu aktifitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut," ujar Komite Palang Merah Internasional dalam pernyataan resmi setelah mengirimkan satu tim untuk membantu rumah sakit lokal setempat.

Komite Palang Merah International juga menyatakan bahwa rumah sakit kebanjiran pasien dan kekurangan pasokan obat-obatan dan tenaga medis, akibat perang berkepanjangan.

Akhir pekan lalu, pemerintah Libya menuduh Qatar membantu pasukan Misrata dengan mengirimkan tiga pesawat udara militer yang berisi senjata ke bandara Tripoli.

Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh Qatar dan menilai pemerintah Libya tidak memiliki dasar dan bersikap menyesatkan melalui tuduhan ini.

"Kebijakan Qatar berdasarkan pada asas yang bersih dan konsisten, saling menghormati dan tidak mengintervensi permasalahan dalam negeri negara lain," ujar asisten menteri luar negeri Mohammed bin Abdullah Al Rumaihi pada Minggu (14/9).

Sebelumnya, mantan jenderal militer rezim Gaddafi, Khalifa Haftar dituduh mencoba melakukan kudeta terhadap pemerintahan pasca-revolusi. Haftar mengumumkan perang ke beberapa faksi Islam dan bekerja sama dengan pasukan pemerintah di Benghazi.

Pasukan Islam Misrata adalah pasukan oposisi yang membantu menggulingkan rezim Presiden Muammar Gaddafi tiga tahun lalu. Pasukan Misrata kerap melakukan aksi pemberontakan kepada pemerintah Libya untuk memperebutkan kekuasaan regional.

Setelah rezim Gaddafi, Libya kini dipimpin oleh Perdana Menteri Abdullah al-Thinni.