Penyanderaan Boko Haram

Boko Haram Tawarkan Negoisasi Sandera

CNN International, CNN Indonesia | Senin, 22/09/2014 20:11 WIB
Boko Haram Tawarkan Negoisasi Sandera Ketua Boko Haram Abubakar Muhammad Shekau. (Rauters)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pejabat pemerintah Nigeria dan Komite Internasional Palang Merah, ICRC, bernegosiasi dengan kelompok militan Boko Haram terkait pertukaran antara 30 anggota Boko Haram yang ditahan pemerintah Nigeria dengan lebih dari 200 anak perempuan sekolah Chibok, negara bagian Biorno, Nigeria, yang mereka sandera pada April lalu. 
 
Diskusi dilakukan sebanyak empat kali pada pertengahan Agustus dengan dua anggota senior Boko Haram di ibukota Nigeria, Abuja.
 
Menurut sumber CNN yang ikut terlibat dalam negoisasi, Boko Haram mengajukan daftar nama 30 anggota mereka yang sedang menjalani masa tahanan ataupun yang sedang menunggu persidangan terkait kejahatan terorisme.
 
"Dua perwakilan dari Boko Haram menyakinkan ICRC dan pemerintah Nigeria bahwa 200 anak perempuan yang mereka culik tidak pernah diperkosa, tidak pernah dipergunakan sebagai budak seks dan tidak mendapatkan kekerasan seksual," ujar sumber yang datang dalam diskusi tersebut, namun menolak menyebutkan identitasnya, Sabtu (20/9).
 
Boko Haram bersikeras menukar 30 anak perempuan untuk 30 komandan di lokasi yang dirahasiakan, namun pemerintah Nigeria menolak permintaan itu.
 
"Mereka hanya siap untuk membebaskan satu anak untuk satu komandan, sementara pemerintah tidak akan menerima hal itu," ujar sumber tersebut.
 
Kendala lain dalam perundingan tersebut adalah Boko Haram bersikeras bahwa pertukaran melibatkan 30 anggota tahanan, namun ICRC hanya memiliki kontak dengan enam anggota tahanan di penjara di luar Abuja.
 
"ICRC tidak bisa menemukan di mana 24 anggota yang ditahan lainnya," ujar sumber.
 
Enam tahanan itu termasuk Kabiru Sokoto, komandan senior Boko Haram yang dihukum pada Desember 2013 atas kasus terorisme terkait bom besar di gereja di kota Madallah pada hari raya Natal 2011.
 
Hingga saat ini, negoisasi antara Boko Haram, ICRC dan pemerintah Nigeria terhenti karena kelompok teroris itu meminta waktu untuk berdiskusi dengan pimpinan mereka terkait permintaan pemerintah Nigeria untuk membebaskan semua sandera.
 
Pada April lalu, kelompok teroris Boko Haram menculik sekitar 276 anak perempuan  dari asrama sekolah di Chibok, timur laut Nigeria. Puluhan  anak perempuan berhasil melarikan diri sementara sekitar 200 anak dinyatakan hilang. 
 
Dengan mengusung nama 'Boko Haram' yang jika diterjemahkan berarti 'pendidikan barat adalah dosa', kelompok ekstrimis Islam yang didirikan tahun 2002 ini mencoba memaksa hukum syariah yang tegas di wilayah Nigeria, negara terpadat di Afrika.
 
Beberapa tahun terakhir, Boko Haram memperkuat serangan untuk menunjukkan gerakan pemberontakan terhadap pemerintah Nigeria. 
 
Pada tahun 2012, Boko Haram melakukan serangan berdarah ke gereja di Kaduna pada hari Paskah. 

Sementara pada 2013, kelompok ini membunuh 50 murid pria ketika menyerang sekolah pertanian di Yobe. Selain itu, pemerintah Nigeria harus menyatakan keadaan darurat nasional ketika Boko Haram menyerang kota Bama.