Aksi Terorisme

Pendukung ISIS Culik Warga Perancis

CNN International, CNN Indonesia | Selasa, 23/09/2014 17:35 WIB
Pendukung ISIS Culik Warga Perancis Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius menyatakan kasus penculikan warga Perancis mempengarhi operasi militer terhadap ISIS.
Aljir, CNN Indonesia -- Tentara Khalifah, kelompok yang terkait dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), mengaku bertanggung jawab atas penculikan seorang warga negara Perancis di Aljazair pada Minggu (21/9), dengan mengunggah video yang berisi ancaman pembunuhan jika pemerintah Paris tidak menghentikan operasi militer di Irak.

Video sepanjang empat menit yang diunggah di YouTube dan Twitter ISIS pada Senin (22/9) berjudul "Pesan dari Tentara Khalifah di Aljazair untuk si Anjing Hollande" itu dibuka dengan gambar pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, dilanjutkan dengan pidato Juru Bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani yang memerintahkan pengikut ISIS menyerang warga negara Amerika Serikat, Perancis, dan negara lain yang tergabung dalam koalisi.

"Kami, Tentara Khalifah di Aljazair, berdasarkan perintah dari Khalif Abu Bakr al-Baghdadi, memberikan waktu 24 jam untuk Hollande, presiden negara kriminal Perancis, untuk menghentikan serangannya terhadap ISIS jika ingin menyelamatkan warganya, Herve Gourdel asal Nice, Perancis Selatan," kata juru bicara ISIS, Adnani, dalam video itu.


Menurut kantor berita nasional Algeria, APS, Gourdel yang berprofesi sebagai pemandu pendaki gunung diculik ketika bepergian menggunakan mobil dengan beberapa warga Aljazair.

"Seorang warga Perancis diculik di daerah Tizi Ouzou, Aljazair, ketika dia sedang berlibur di sana," kata wakil juru bicara Kementrian Luar Negeri Alexandre Georgini dalam siaran pers yang mengkonfirmasi keaslian video tersebut, Senin (22/9).

Di New York, Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius menyatakan penculikan ini tidak akan menghentikan partisipasi Perancis dalam koalisi yang dibentuk Amerika untuk mengatasi ISIS.

"Kami akan berupaya sekuat tenaga untuk membebaskan sandera, dan kelompok teroris tidak akan bisa mengatur Perancis," kata Fabius kepada para wartawan dalam persiapan Sidang Umum PBB, Selasa (23/9).

Menanggapi kasus penculikan ini, pemerintah Perancis memutuskan akan meningkatkan tingkat pengamanan di 30 kedutaan besar Perancis di penjuru Timur Tengah dan Afrika.

Presiden Perancis Francois Hollande menyatakan dalam siaran pers bahwa dia sudah berbicara dengan Perdana Menteri Aljazair Abdelmalek Sellal dan kedua negara sepakat bekerjasama untuk membebaskan sandera.

Sejak Jumat (19/9), pemerintah Perancis sepakat bekerjasama dengan AS dan Australia dalam meluncurkan serangan udara pertama mereka yang menyasar markas ISIS di Irak agar Irak bersih dari teroris.

Penculikan ini adalah kasus penculikan warga asing pertama oleh Tentara Khalifah di Aljazair sejak negara ini mengakhiri perang satu dekade melawan tentara militan Islamis pada era 1990-an.

Pada awal tahun 2013, kelompok militan ini mengepung lapangan gas Amenas di selatan Aljazair, menyebabkan 40 teknisi asing tewas.

Lokasi penculikan adalah pegunungan yang sebelumnya digunakan sebagai pertahanan pasukan Islamis tersebut.

Tentara Khalifah adalah kelompok militan Islam di Afrika Utara yang terkait dengan ISIS. Selain itu, kelompok militan lain, seperti AQIM, yang merupakan kelompok teroris afiliasi al-Kaidah di Aljazair.