Aksi Terorisme

Denyut Pemberontakan Boko Haram

CNN/Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Rabu, 22/10/2014 12:16 WIB
Denyut Pemberontakan Boko Haram Sejak meluncurkan serangan pertama kali tahun 2009, Boko Haram telah menyebabkan perang sektarian antara penduduk Muslim di utara Nigeria dan penduduk Kristen di bagian selatan. (Reuters/GettyImages)
Abuja, CNN Indonesia -- Boko Haram adalah kelompok militan Islam anti-Barat yang kerap menebarkan teror dan kekerasan demi menegakkan hukum syariah Islam di sejumlah daerah bagian timur dan utara Nigeria yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam.

Dengan mengusung nama Boko Haram, yang berarti "pendidikan Barat haram", kelompok militan ini didirikan 12 tahun lalu oleh Mohammed Yusuf, seorang ulama karismatik yang menyerukan pembentukan negara Islam di Nigeria.

Menurut data dari Human Rights Watch, sejak meluncurkan serangan pertama kali tahun 2009, Boko Haram telah menyebabkan perang sektarian antara penduduk Muslim di utara Nigeria dan penduduk Kristen di bagian selatan.


Kelompok ini tak segan melakukan serangan ke mesjid maupun gereja, menculik pelajar, wanita dan anak-anak, serta membunuh politisi dan pemuka agama terutama di beberapa negara bagian Nigeria, seperti di Borno, Yobe dan Adamawa.

Kasus penculikan teranyar yang dilakukan oleh Boko Haram terjadi April lalu, ketika kelompok ini menculik lebih dari 200 siswi dari desa Chibok.

Meskipun gencatan senjata dengan pemerintah Nigeria sudah dilakukan, hingga saat ini Boko Haram belum menepati janjinya untuk membebaskan para siswi pada Senin (20/10).


Pemimpin yang Kejam

Setelah Kepolisian Nigeria membunuh pemimpin mereka Mohammed Yusuf pada tahun 2009, Boko Haram kemudian dipimpin oleh Abubakar Shekau.

Dibawah kepemimpinan Shekau, aksi teror Boko Haram semakin meluas dalam beberapa tahun terakhir. Boko Haram bahkan berevolusi menjadi gerakan pemberontakan yang bertujuan menghancurkan pemerintahan Nigeria.

Hingga saat ini, pemerintah Nigeria kesulitan untuk mengidentifikasi dan menangkap Shekau. Tak banyak yang diketahui dari pemimpin Boko Haram ini, termasuk apakah saat ini dia masih hidup atau telah tewas dalam serangkaian pertempuran antara tentara pemerintah dengan kelompok militan ini.

Nigeria tak lagi menjadi persoalaan bagi kami. Kekuatan kami tak hanya berada di negara ini, dan kami akan mulai menyerang Amerika.Abubakar Shekau
Shekau, yang diperkirakan berusia antara 35 hingga 44 tahun ini dikenal sebagai ahli menyamar.

Militer Nigeria telah berkali-kali mengumumkan kematian Shekau, namun Shekau selalu muncul dalam berbagai video propaganda yang diunggah dan disebarkan oleh kelompok militan ini. Pemerintah Nigeria menuduh bahwa Shekau yang kerap muncul di video tersebut adalah seorang aktor.

Shekau dikenal memiliki nama samaran, yaitu Darul Tauhid. Shekau dikabarkan tak pernah memiliki kontak langsung dengan para anggota Boko Haram dan hanya memberi instruksi kepada mereka melalui beberapa orang kepercayaannya.

Pada Juni 2013 lalu, pemerintah Amerika Serikat bahkan telah menyatakan akan memberikan imbalan senilai US$7 juta bagi siapapun yang dapat menangkap atau membunuh Shekau.


Menyerang Sesama Muslim

Meskipun mengaku memperjuangkan hukum syariah Islam, Boko Haram tak segan menyerang umat Muslim Negeria yang dianggap mendukung pemerintah.

Serangkaian serangan Boko Haram ke sejumlah mesjid bertujuan menyebarkan teror di antara warga agar tak membantu upaya pemerintah untuk menangkap kelompok militan ini.

Meskipun demikian, Boko Haram mendapat berbagai dukungan dari sebagian penduduk di bagian utara Nigeria yang mempunyai visi yang sama, bahwa hukum syariah Islam adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki kondisi rakyat yang miskin akibat pemerintah Nigeria korup dan tidak kompeten.


Penculikan lebih dari 200 siswi dari desa Chibok oleh Boko Haram menyita perhatian dunia.(Reuters/Chip Somodevilla)


Potensi Teror Global

Meskipun telah melakukan serangkaian aksi teror yang kejam sejak tahun 2009, nama Boko Haram kurang terdengar di mata masyarakat internasional karena aksi mereka hanya terjadi di Nigeria dan perbatasan Kamerun.

Namun, AS telah menyatakan Boko Haram termasuk dalam daftar teroris di dunia dan terkait dengan kelompok afiliasi Al-Qaidah di Afrika Barat dan Mali.

Dengan populasi sekitar 175 juta jiwa, Nigeria adalah negara dengan penduduk paling padat di benua Afrika.

Nigeria dinilai sebagai pusat bisnis di benua Afrika karena kaya akan minyak, dan merupakan mitra bisnis utama Tiongkok.

Namun, seperti juga aksi militan Islam di berbagai negara lain, aksi teror yang disebarkan Boko Haram berpotensi menjadi masalah terorisme global.

Shekau bahkan pernah merilis pernyataan yang menyatakan target utama Boko Haram adalah Amerika Serikat.

"Nigeria tak lagi menjadi persoalaan bagi kami. Kekuatan kami tak hanya berada di negara ini, dan kami akan mulai menyerang Amerika," kata Shekau tahun lalu.

Kasus penculikan teranyar yang dilakukan oleh Boko Haram terjadi April lalu, ketika kelompok ini menculik lebih dari 200 siswi dari desa Chibok. 

Meskipun gencatan senjata dengan pemerintah Nigeria sudah dilakukan, hingga saat ini Boko Haram belum menepati janjinya untuk membebaskan para siswi pada Senin (20/10). 

Kasus penculikan ini telah menyita perhatian internasional. Para pengguna media sosial Twitter, beramai-ramai menuliskan cuitan bertagar #BringBackOurGirls sejak Senin lalu.

(Sumber: CNN)