Wanita Perekrut ISIS Masih Berjaya di Media Sosial

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Selasa, 24/02/2015 16:28 WIB
Wanita Perekrut ISIS Masih Berjaya di Media Sosial Aqsa Mahmood, gadis keturunan Pakistan berusia 19 tahun asal Glasgow, Skotlandia ini kerap muncul di media sosial untuk menyebarkan ideologi radikal yang diusung ISIS. (via CNN.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahasiswi perekrut anggota militan ISIS asal Glasgow, Skotlandia, bernama Aqsa Mahmood pekan ini ramai diberitakan media. Pasalnya, Aqsa diduga mempengaruhi tiga remaja asal Inggris untuk
mengikuti jejaknya bergabung dengan militan ISIS di Suriah.

Aqsa, gadis keturunan Pakistan berusia 19 tahun ini kerap muncul di media sosial untuk menyebarkan ideologi radikal yang diusung ISIS dan menyerukan serangan terhadap Barat.

Diberitakan CNN, dalam akun media sosialnya, Aqsa juga pernah menggunggah foto AK-47 dan berbagai eksekusi yang dilakukan oleh militan ISIS.


Ideologi kekerasan yang disebarkan Aqsa melalui media sosialnya diduga memengaruhi tiga remaja Inggris, yaitu Shamima Begum, 15 tahun, Kadiza Sultana, 16 tahun, dan Amira Abase, 15 tahun, untuk bergabung dengan ISIS.

Pakar menyebutkan Shamima, Kadiza, dan Amira terlihat pergi meninggalkan Inggris dan bergabung dengan ISIS setelah berkomunikasi secara daring dengan Aqsa.

Melalui tulisan di blog Tumblr dengan nama Umm Layth, Aqsa menjelaskan bagaimana dia berubah dari seorang mahasiswi asal Skotlandia dan menjadi pengantin ISIS.

Pengantin ISIS

Dalam akun media sosial Tumblr, Aqsa menjelaskan bagaimana dia berubah dari seorang mahasiswi asal Skotlandia dan menjadi pengantin ISIS.

"Fitnah terbesar setelah Anda tiba di tanah Jihad adalah keluargamu. Beberapa orang menganggap itu akan mudah, keluarga akan menyangkal dan membuangmu.... Andai saja semuanya semudah itu," tulis Aqsa menceritakan perasaannya berpisah dengan keluarganya demi bergabung bersama ISIS.

"Nyatanya sangat sulit untuk mempersiapkan diri meninggalkan wanita yang mengandungmu dalam rahimnya selama 9 bulan, yang menyusuimu, yang bangun tengah malam untuk mengurusmu, dan yang
telah membuatmu merasa nyaman di rumah," tulis Aqsa melanjutkan.

"Bahkan jika kamu tahu bahwa ini adalah jalan Tuhan yang benar, dan keputusanmu berdasarkan cinta kepada Tuhan, (berpisah dengan keluarga) tetap saja sulit dan hanya orang yang pernah menjalaninya yang dapat mengerti," tulis Aqsa.

Beberapa tulisan Aqsa lainnya mencakup doktrin Islam dengan pemahaman radikal, namun beberapa tulisan lainnya nampak seperti tulisan remaja pada umumnya.

Satu tulisan di Tumblr milik Aqsa bahkan memperolok kebijakan pemerintah Inggris untuk menyita paspor mereka yang mencoba untuk bergabung dengan ISIS.

"Wow, aku bersumpah demi Tuhan, ini lelucon terbesar minggu ini," kata Aqsa.

Masih bisa diakses

Pada blog milknya, Aqsa mendorong mereka yang ingin bergabung dengan ISIS untuk menguatkan tekad. Aqsa menyatakan bahwa banyak keuntungan untuk bergabung dengan ISIS, salah satunya adalah "mendapatkan pahala yang lebih besar di akhirat".

Meskipun blog Aqsa jelas menunjukkan kecenderungan terorisme dan dukungan kepada ISIS, hingga saat ini blog tersebut masih tetap dapat diakses.

Akun blog Tumblr milik Aqsa juga ramai menjadi perbincangan di media sosial Twitter. Para pengguna Twitter menanyakan mengapa blog Aqsa tak juga ditutup atau diblokir oleh pihak berwenang.



Hingga saat ini, terdapat beberapa akun Twitter dengan nama Aqsa Mahmood, atau aliasnya, Umm Layth.

Namun, tidak diketahui apakah sejumlah akun Twitter tersebut benar-benar milik Aqsa, atau akun palsu yang mungkin dibuat oleh mereka yang bersimpati kepada Aqsa. (ama/den)