Dalam berbagai video yang dirilis oleh ISIS, Jihadi John tampil mengenakan kain hitam yang disebut balaclava untuk menutupi hampir seluruh wajahnya, kecuali bagian mata. Jihadi John juga mengenakan kain sarung di lengan kirinya.
Kamis lalu, Jihadi John teridentifikasi sebagai Mohammed Emwazi, pria kelahiran Kuwait yang besar di London, Inggris. Identifikasi ini menimbulkan berbagai pertanyaan seputar pengawasan keamanan di Inggris sehingga Emwazi dapat bergabung dengan kelompok militan ISIS di Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait identitas Jihadi John dari pemerintah maupun kepolisian Inggris.
"Mereka (dinas keamanan) harus membuat penilaian yang sangat sulit, dan saya pikir pada dasarnya mereka membuat penilaian yang sangat baik," ujar Cameron.
"Untuk memantau satu orang yang Anda butuhkan 30 petugas, jadi jika Anda memiliki 1.000 orang dalam daftar Anda, Anda perlu 30.000 petugas. Kami tidak memiliki itu," kata Guitta.
Meskipun demikian, kritik datang dari anggota parlemen senior David Davis, dari Partai Konservatif yang dipimpin Cameron. Davis menyatakan bahwa Emwazi tenah dikenal oleh petugas keamanan Inggris sebagai pria yang "fanatik" dan termasuk dalam daftar "pantauan terduga teroris".
"Berapa banyak orang harus mati sebelum kita mulai melihat lebih dekat kepada strategi intelijen kita?" kata Davis.
Kritik juga datang dari Cage, lembaga yang memberikan advokasi bagi mereka yang dituduh teroris dan melawan program War on Terror yang diluncurkan oleh negara-negara Barat usai 9/11.
Cage juga mengungkapkan bahwa badan intelijen Inggris MI5 pernah mencoba untuk merekrut Emzawi, namun kemudian mengeluarkan larangan bagi Emzawi untuk bepergian keluar negeri.
Dalam pertemuan dengan wartawan di London, Asim Qureshi, direktur riset dari Cage, menggambarkan Emzawi sebagai pemuda yang menghadapi pelecehan dari MI5, yang menduga dia ingin bergabung dengan kelompok militan Islam Somalia Al-Shabaab.
Pemerintah Inggris telah menghubungkan Emwazi ke militan asal Inggris lain yang tewas di Somalia dalam serangan drone AS.
Sebuah putusan pengadilan Inggris tertanggal Desember 2011 melaporkan bahwa Emwazi merupakan rekan Bilal al-Berjawi, pemimpin tinggi kelompok militan Al Shabaab yang berbasis di Somalia.
Surat kabar The Washington Post menyatakan Emwazi merupakan lulusan dari Universitas Westminster di London dengan gelar di bidang pemrograman komputer, menguatkan dugaan dia direkrut ISIS untuk memperkuat sistem jaringan komputer dan peretasan kelompok tersebut. (ama)