Dilaporkan Reuters, setelah melakukan lawatan ke penjara, Babushkin mengaku melihat hal janggal di tubuh tiga tersangka, Zaur Dadayev Anzor Gubashev, dan Shagid Gubashev.
"Ada alasan kuat untuk menyatakan bahwa Dadayev dan kedua Gubashev disiksa," tulis aktivis sayap kanan ini dalam lama resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, otoritas Rusia mengumumkan bahwa mereka telah menangkap Ramzan Bakhayev dan Shagit Gubashev, adik bungsu Anzor.
Mereka diduga terlibat dalam pembunuhan Nemtsov pada Jumat (27/2) sekitar pukul 23.30 waktu setempat. Nemtsov sedang berjalan di sebuah jembatan dekat gedung Kremlin bersama seorang model asal Ukraina, Anna Duritskaya, saat tiba-tiba seseorang menembak punggungnya sebanyak empat kali dan langsung lari ke sebuah mobil.
Nemtsov adalah tokoh oposisi yang keras mengkritik Putin. Seperti para pemimpin oposisi lainnya, Nemtsov adalah seorang pejuang pelawan korupsi.
Kematian Nemtsov memang mengagetkan Rusia, tapi mungkin publik tidak terlalu terkejut.
Nemtsov sendiri dalam wawancara dengan Sobesednik menyatakan bahwa ia sedikit kahawatir ketakutan ibunya yang mengatakan bahwa Putin akan membunuhnya bisa menjadi kenyataan.
Kendati demikian, Nemtsov berkata, "Saya tidak setakut itu kepadanya. Jika saya takut, saya tidak akan menjadi bagi dari partai opoisisi dan melakukan yang saya lakukan." (denny armandhanu)