Jokowi: Tiongkok Tak Punya Dasar Hukum Soal Laut Cina Selatan

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 23/03/2015 11:26 WIB
Jokowi: Tiongkok Tak Punya Dasar Hukum Soal Laut Cina Selatan Presiden Jokowi menyatakan klaim Tiongkok di Laut Cina Selatan yang dipertikaikan dengan anggota ASEAN seperti Vietnam, tidak berdasar. (Reuters/Martin Petty)
Tokyo, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan klaim Tiongkok atas sebagian besar wilayah Laut Cina Selatan “tidak memiliki dasar dalam hukum internasional”.

Pernyataan Presiden Jokowi ini dikemukakan dalam wawancara dengan koran Jepang Yomiuri yang diterbitkan pada Minggu (22/3) sebelum berkunjung ke Jepang dan Tiongkok.

Ini adalah kali pertama Presiden Jokowi yang dilantik pada Oktober lalu mengemukakan pendapat dalam perselisihan wilayah di Laut Cina Selatan ini.


“Kita memerlukan perdamaian dan stabilitas di wilayah Asia Pasifik. Stabilitas politik dan keamanan sangat penting untuk membangun pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Presiden Joko Widodo seperti dikutip oleh kantor berita Reuters.

“Kami mendukung Code of Conduct (di Laut Cina Selatan) dan juga perundingan antara Tiongkon dan Jepang, Tiongkok dan ASEAN.”

Indonesia, yang merupakan negara terbesar di Asia Tenggara menempatkan diri sebagai penengah dalam perebutan wilayah Laut Cina Selatan antara sejumlah negara-negara anggota ASEAN dan Tiongkok.

Presiden Joko Widodo juga membenarkan dia dan Perdana Menteri Szhinzo Abe, akan menandatangani kesepakatan kerjasama pertahanan yang akan meliputi “bagaimana bekerja dengan “ militer Jepang, dan “operasi pencarian dan penyemalatan, bantuan kemanusiaan dan pertahanan siber,” tulis koran Yomiuri.

Jepang telah meningkatkan kemitraan dengan Filipina dan Vietnam, dua negara ASEAN yang paling bersiteru terkait perebutan wilayah Laut Cina Selatan dengan Tiongkok.

Jepang sendiri terlibat pertikaian soal wilayah kepulauan tak berpenduduk dengan Tiongkok di Laut Cina Timur.

Presiden Joko Widodo mengatakan berharap bisa membicarakan kerjasama maritim dengan pasukan penjaga pantai Jepang “karena Jepang memiliki pengalaman bagus dalam mengelola penjagaan wilayah perairan mereka,” tulis skoran ini.

Presiden Joko Widodo akan ke Tiongkok setelah berkunjung ke Jepang.

Indonesia dan Tiongkok memiliki hubungan militer yang lebih erat dibandingkan dengan Jepang, dan Jakarta telah membeli rudal buatan Tiongkok dan peralatan militer lain. (yns)