Lewat Blog, Mahathir Mohamad Beberkan Skandal PM Najib

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2015 18:26 WIB
Lewat Blog, Mahathir Mohamad Beberkan Skandal PM Najib Dalam tulisan di blog miliknya, Mahathir Mohamad meminta penjelasan atas berbagai skandal yang menyangkut nama PM Najib Rajak. (Detikcom/Rachman Haryanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pemimpin dan tokoh kuat Malaysia Mahathir Mohamad meluncurkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Najib Razak melalui tulisan di blog miliknya yang dipublikasikan pada Kamis (2/4).

Dalam laman blog Chedet.cc, Mahathir menuntut penjelasan Najib soal dua skandal yang dinilai sensitif di negeri jiran, dan memperingatkan bahwa partai yang berkuasa dapat kehilangan kekuasaan jika terus dipimpin oleh Najib.

Blog Mahathir dinilai penting karena mantan orang nomor satu Malaysia yang kini berusia 89 tahun ini pernah memimpin kampanye melawan penerusnya, Abdullah Ahmad Badawi. Kampanye ini mengakibatkan Abdullah digulingkan dan digantikan oleh Najib.


"Tidak mudah bagi saya untuk menulis posting blog ini. Tapi demi persatuan ras (Melayu) dan negara, saya harus mengekspos semua ini," tulis Mahathir dalam blog-nya.

Dalam blog tersebut, Mahathir menyinggung sejumlah kasus yang dianggap tabu, salah satunya soal dugaan korupsi dalam pembelian kapal selam pada tahun 2002 yang menjadi skandal sensasional karena menyeret nama Najib, yang kala itu masih menjabat sebagai menteri pertahanan.

Skandal pembelian kapal selam asal Perancis ini dipenuhi oleh dugaan tuduhan suap kepada sejumlah pejabat Malaysia. Hingga saat ini, pemerintah Malaysia membantah melakukan kesalahan.

Selain itu, Mahathir juga meminta Najib menyejelaskan soal pembunuhan Altantuya Shaariibuu, seorang wanita keturunan Mongolia tahun 2006 silam. Altantuya, yang diduga bertindak sebagai penerjemah dalam sejumlah negosiasi pemerintah, tewas di Malaysia dalam sebuah ledakan militer.

Kecurigaan yang beredar di publik Malaysia selama bertahun-tahun menyebutkan bahwa Altantuya dibunuh agar tidak membocorkan soal suap pejabat pemerintah.

Dua pengawal Najib dihukum atas kasus pembunuhan tersebut, dan rencananya menjalani hukuman gantung pada Januari lalu. Namun, salah satu terdakwa melarikan diri ke Australia pada akhir tahun lalu, dan kini berada dalam tahanan Australia.

Namun hingga saat ini, motif pembunuhan tersebut tidak pernah diungkapkan kepada publik.

"Rakyat bertanya siapa yang memberi perintah. (Pembunuhan) ini melibatkan nyawa manusia. Kejam sekali jika (pengawal) mati hanya karena melaksanakan perintah," tulis Mahathir.

Pertanyaan Seputar Investasi

Mahathir juga mempertanyakan soal investasi perusahaan milik negara yang diluncurkan oleh Najib yang berujung pada utang sebesar US$11 miliar. Tak berhenti sampai di situ, Mahathir juga menyinggung berbagai laporan dugaan penipuan mencapai lebih dari ratusan juta dolar.

Terdapat kekhawatiran bahwa badan investasi yang diluncurkan Najib, 1Malaysia Development Berhad (1MDB) bermasalah dan bisa memukul perekonomian Malaysia. Selain itu, mata uang Ringgit juga dikhawatirkan terus melemah.

Dalam tulisannya, Mahathir menyebut bahwa 1MDB "sangat memalukan" bagi negara, dan menuntut penjelasan atas sejumlah kesepakatan kontroversial yang melibatkan uang dalam jumlah besar. Hal ini juga dikaitkan dengan sejumlah kekayaan yang dinikmati oleh keluarga Najib.

Najib telah memerintahkan jenderal auditor untuk menyelidiki investasi dalam 1MDB. Namun, Najib membantah melakukan kesalahan.

Sejak partai berkuasa, United Malays National Organisation atau UMNO meraih hasil yang buruk dalam jejak pendapat tahun 2013 lalu, Mahathir gencar meningkatkan tekanan terhadap Najib.

Namun, tulisan dipublikasikan di blog Mahathir pada Kamis (2/4) dinilai sebagai kritikan dan tekanan yang paling keras selama ini. Dalam tulisannya, Mahathir menyebut rakyat Malaysia "tidak lagi percaya" kepada Najib.

"Anggota UMNO dan para pemimpin mereka harus menyadari bahwa (rezim yang berkuasa) akan kehilangan kekuatan jika (Najib) memimpin UMNO (pada pemilu berikutnya tahun 2018," tulis Mahathir.

Analis menilai kampanye yang diluncurkan Mahathir hingga saat ini belum dapat menggoyang posisi Najib, apalagi menggulingkannya. Najib dinilai tetap menjadi tokoh kuat dalam partai. (ama/ama)