"Selamat kepada divisi kontra-terorisme yang semalam telah menangkap 17 orang yang mencoba merencanakan kekerasan di KL; dua di antaranya baru saja kembali dari Suriah," kicau Khalid melalui akun Twitter resminya, @KBAB51, pada Senin (6/4).
Seperti dilansir Channel NewsAsia, Malaysia belakangan ini memang sedang gencar melawan terorisme, terutama dari para simpatisan ISIS yang diduga mulai bersarang di negaranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investigasi awal terhadap para militan menunjukkan bahwa mereka dikirim ke negara ini oleh militan ISIS untuk melancarkan serangan," tutur Ayub.
Ayub tak menutup kemungkinan militan ISIS lain mempunyai basis di Malaysia. "Ada kemungkinan itu dan kami memastikan bahwa kami akan menangkap mereka semua," ucapnya.
Dugaan ini diperkuat dengan pernyataan pihak berwenang Malaysia pada awal Maret lalu. Saat itu, Divisi Kontra-Terorisme mengidentifikasi dua warga Malaysia dalam sebuah video eksekusi pemenggalan yang dirilis kelompok militan ISIS.
Diberitakan Reuters, Mohd Faris Anuar, 20 tahun, dan Muhamad Wanndy Muhammad Jedi, 25 tahun, diidentifikasi sebagai anggota ISIS dalam eksekusi pemenggalan kepala seorang pria Suriah dalam video yang diunggah ke Facebook pada 22 Februari.
Untuk menghindari lebih banyak warga yang terjerumus dalam ISIS, Pemerintah Malaysia tengah berupaya memperketat undang-undang anti-teror digunakan untuk mengekang kegiatan militan.
Pihak berwenang tengah memantau media sosial, seperti Facebook dan Twitter, yang kerap digunakan para militan untuk merekrut anggota.
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengatakan pada November lalu bahwa hukum yang lebih kuat diperlukan untuk mengekang para militan, yang kini diperkirakan memiliki peralatan dan logistik untuk membangun sel ISIS di Malaysia dan kawasan sekitarnya.
Pada Selasa (3/3), polisi mengumumkan bahwa mereka telah menangkap tiga orang di Malaysia karena diduga terkait dengan ISIS, termasuk di antaranya, seorang ibu rumah tangga dan seorang PNS.
Malaysia telah menangkap 40 warganya yang diduga militan dan mengidentifikasi 39 warga Malaysia lainnya yang telah berada di Suriah dan Irak. (den)