Riset yang diunggah di laman lloydsbankinggroup.com ini menunjukkan bahwa jumlah pemuda yang membayar uang muka rumah turun sebanyak enam persen selama tahun 2014 lalu.
Riset menunjukkan hanya 43 persen pemuda yang tercatat membayar uang muka rumah melalui bank, sementara 57 persen lainnya lebih memilih menyewa rumah. Sebanyak 40 ribu pemuda dengan kisaran usia 20 hingga 45 tahun ini sering disebut dengan Generation Rent, atau Generasi Penyewa Rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besarnya uang muka yang harus dibayarkan menjadi faktor utama para pemuda tidak mampu membeli rumah. Pasalnya, harga properti di Inggris terus meningkat, sementara banyak pemuda yang berpenghasilan rendah.
Menurut Halifax, persebaran demografi turut memengaruhi riset ini. Daerah perkotaan, seperti ibu Kota London, menjadi daerah dengan pembeli rumah paling sedikit.
"Pada 2015, menabung untuk membayar uang muka rumah menjadi penghalang terbesar untuk memiliki rumah bagi warga Inggris. Mereka semua memperkirakan besaran rumah dan ketersediaan halaman untuk rumah pertama mereka," kata Craig McKinlay, Direktur Hipotek dari Halifax.
Jumlah pembeli rumah di Inggris tercatat di angka terendah dengan 192.300 pembelian pada 2008. Jumlah pembeli rumah naik kembali menjadi 311.500 pembelian pada tahun lalu.
Naiknya pembelian rumah tahun 2014 didorong oleh membaiknya kondisi ekonomi dan program pemerintah, Help to Buy.
Namun, sebanyak 79 persen dari pemuda berusia 20 sampai 45 tahun percaya bahwa bank tidak ingin meminjamkan uang kepada mereka yang ingin membeli rumah untuk pertama kali. Sebanyak 21 persen di antaranya percaya tak akan mendapatkan hipotek.
"Kepemilikan rumah bukan merupakan pilihan yang tepat untuk semua orang, namun kita semua memiliki hak dan kesempatan untuk memiliki properti," kaya McKinley.
"Kita bisa mendidik masyarakat terkait hipotek yang tersedia bagi mereka, namun harus ada keinginan untuk membangun rumah yang lebih terjangkau. Untuk mengatasi kekurangan bagunan perumahan, perlu ada komitmen jangka panjang untuk membangun lebih banyak rumah baru di lokasi yang tepat," kata McKinley melanjutkan. (ama/stu)