Anak Diplomat Terbebas dari Tuduhan Pembunuhan
Reuters | CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2015 22:41 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak diplomat Kanada yang berusia 15 tahun diputuskan tidak bersalah dari tuduhan pembunuhan dan perampokan bersenjata oleh Pengadilan Miami pada Senin (20/4).
Minggu lalu, juri mendakwa Marc Wabafiyebazu terlibat baku tembak dalam perkelahian geng narkoba yang menewaskan kakak lelakinya, Jean (17) dan pria yang dicurigai sebagai bandar narkoba, Joshua Wright (17). Tapi Wabafiyebazu terbukti hanya menunggu di dalam mobil, sementara kakaknya terlibat baku tembak.
Wabafiyebazu hadir dalam sidang putusannya yang dilangsungkan pada Senin pagi.
Kakak beradik Wabafiyebazu pindah ke Miami dengan ibunya, Roxanne Dube, yang bekerja di konsulat Kanada di Miami. Dube sebelumnya bekerja untuk parlemen Kanada dan untuk duta besar Kanada di Zimbabwe.
Wabafiyebazu ditangkap pada 30 Maret setelah ia dan kakak lelakinya menelepon bandar narkoba untuk membeli 0,9 kg mariyuana seharga US$5.000, menurut laporan pihak kepolisian Miami.
Dalam penangkapannya, Wabafiyebazu bahkan mengancam akan membunuh polisi yang menangkapnya, bunyi laporan tersebut.
Kasus pembunuhan tingkat satu di Florida mendapat ancaman hukuman mati atau seumur hidup.
Namun, jika diputuskan bersalah, Wabafiyebazu tidak akan dijatuhi hukuman tersebut karena usianya masih di bawah umur, kata mantan jaksa David Weinstein.
(ard/ard)
Minggu lalu, juri mendakwa Marc Wabafiyebazu terlibat baku tembak dalam perkelahian geng narkoba yang menewaskan kakak lelakinya, Jean (17) dan pria yang dicurigai sebagai bandar narkoba, Joshua Wright (17). Tapi Wabafiyebazu terbukti hanya menunggu di dalam mobil, sementara kakaknya terlibat baku tembak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wabafiyebazu ditangkap pada 30 Maret setelah ia dan kakak lelakinya menelepon bandar narkoba untuk membeli 0,9 kg mariyuana seharga US$5.000, menurut laporan pihak kepolisian Miami.
Dalam penangkapannya, Wabafiyebazu bahkan mengancam akan membunuh polisi yang menangkapnya, bunyi laporan tersebut.
Kasus pembunuhan tingkat satu di Florida mendapat ancaman hukuman mati atau seumur hidup.
Namun, jika diputuskan bersalah, Wabafiyebazu tidak akan dijatuhi hukuman tersebut karena usianya masih di bawah umur, kata mantan jaksa David Weinstein.
(ard/ard)