Xi Jinping Undang Jokowi Hadiri Peringatan Penjajahan Jepang

Ike Agestu, CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2015 07:49 WIB
Tujuh puluh tahun berlalu, kenangan masa lalu terkait agresi Jepang di Tiongkok pada era Perang Dunia II masih menjadi isu sensitif di negara tirai bambu itu. Jokowi dan Xi sepakat untuk membangun tatanan dunia baru yang lebih seimbang dan adil. (KAA 2015 via Antara/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Indonesia Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela Konferensi Asia Afrika pada Rabu (22/4).

Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu, Jokowi dan Xi membahas banyak hal terkait isu global hingga maritim.

Jokowi dan Xi juga membicarakan soal kerja sama ekonomi antara kedua negara, termasuk soal keterlibatan Tiongkok dalam pembangunan infrastruktur Indonesia yang mencakup pembangunan jalan, pelabuhan, bandar udara serta pembangkit listrik.


Menurut keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno, kedua kepala negara sepakat untuk membangun tatanan dunia baru yang lebih seimbang dan adil. Hal ini seiring dengan isi pidato Jokowi yang mengkritik ketidakseimbangan global yang masih menjadi tantangan negara-negara berkembang di Asia dan Afrika.

“Dunia yang kita warisi sekarang masih sarat dengan ketidakdilan, kesenjangan dan kekerasan global, cita-cita bersama mengenai lahirnya sebuah peradaban baru, sebuah tatanan dunia baru berdasarkan keadilan, kesetaraan, dan kemakmuran, masih jauh dari harapan,” ujar Jokowi dalam pidatonya saat membuka KAA pada Rabu.

Menurut keterangan Pratikno, Xi juga menyampaikan undangan pada Jokowi untuk menghadiri peringatan 70 tahun penjajahan Jepang di Tiongkok. Namun Jokowi tak segera menjawab undangan ini, melainkan “akan mempertimbangkannya lebih dahulu.”

Tujuh puluh tahun berlalu, kenangan masa lalu terkait agresi Jepang di Tiongkok pada era Perang Dunia II masih merupakan isu sensitif di negara tirai bambu itu. Inilah yang juga membuat hubungan Jepang dan Tiongkok tak akur.

Namun Xi dan Abe, secara mengejutkan mengadakan pertemuan bilateral di sela KAA pada Rabu, yang banyak diartikan sebagai pertanda mencairnya hubungan kedua negara.

Kantor berita Jepang, Jiji, melansir bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden China Xi Jinping sepakat untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

Abe juga mengatakan kedua pemimpin sepakat untuk berkontribusi pada stabilitas dan kemakmuran regional dengan mempromosikan "hubungan strategis.” (stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK