Di Jerman, eBook Dewasa Hanya Bisa Dibeli Malam Hari

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Selasa, 23/06/2015 19:09 WIB
Peraturan baru di Jerman mengharuskan bahwa buku elektronik atau eBook hanya dapat dibeli pada malam hari, yaitu mulai pukul 10 malam hingga 6 pagi. Peraturan baru di Jerman memberlakukan denda sebesar 500 ribu pound sterling, atau setara dengan Rp10,5 miliar kepada penjual yang kedapatan menjual buku dewasa pada siang hari. (Ilustrasi/Thinkstock/Alastair Creelman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peraturan baru di Jerman mengharuskan bahwa buku elektronik atau eBook hanya dapat dibeli pada malam hari, yaitu mulai pukul 10 malam hingga 6 pagi.

Dilaporkan The Independent, media lain yang berisi gambaran erotisme dan kekerasan telah dilarang pada siang hari di Jerman. Namun, aturan baru ini menyamakan buku elektronik dengan film atau siaran TV yang berisi konten serupa, yang hanya bisa diakses pada malam hari.

Rentang waktu dari pukul 10 malam hingga 6 pagi pertama kali ditetapkan dalam Hukum Proteksi Media untuk Pemuda yang disahkan sejak tahun 2002. Berdasarkan peraturan ini, film-film dewasa juga dilarang ditayangkan pada siang hari di bioskop setempat.


Sebelumnya, buku dewasa dapat dibeli sepanjang hari secara daring di internet. Hal ini kemudian dianggap tidak efektif, menyusul sejumlah keluhan warga atas beredarnya buku erotika Jerman berjudul 'Schlauchgelüste' atau 'Pantyhose Cravings', buku memoar seorang transgender yang dijual bebas di sepanjang hari, menurut The Digital Reader.

Meski peraturan baru telah diterapkan, namun hingga saat ini tak satu pun situs yang menjual buku dewasa ditutup pada siang hari. Padahal, peraturan ini memberlakukan denda sebesar Rp10,5 miliar kepada penjual yang kedapatan menjual buku dewasa pada siang hari.

Menanggapi peraturan baru ini, asosiasi penjual buku Jerman tengah mencari cara agar toko penjual eBook tidak menjual buku dewasa kepada pemuda, tanpa harus memeriksa setiap halaman buku yang mereka jual untuk memastikan tidak ada adegan erotis.

Salah satu cara yang akan diterapkan adalah keterangan dari para penerbit bahwa buku mereka berisi adegan erotisme, sehingga buku-buku tersebut dapat ditempatkan di bagian khusus di situs penjual buku, yang tidak dapat dilihat oleh anak-anak. (ama/stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK