Video dimulai dengan gambar mengerikan peristiwa usai pertempuran, jalan-jalan dipenuhi mayat. Gambar beralih ke puluhan tentara Suriah yang berpakaian loreng, digiring ke atas panggung amphitheater kuno yang telah dibangun sejak zaman Romawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemandangan ini disaksikan oleh ratusan pasang mata yang duduk di kursi batu mengelilingi panggung, ada juga anak-anak. Beberapa terlihat mengibarkan bendera ISIS, menutup wajah dan bahkan menangis.
CNN tidak bisa mengonfirmasi kapan tepatnya eksekusi dalam video berdurasi 10 menit itu dilakukan. Namun menurut lembaga Syrian Observatory for Human Rights yang menerima salinan rekaman video itu, eksekusi dilakukan pada 27 Mei, sesaat setelah ISIS menguasai kota kuno tersebut.
Video itu juga menunjukkan militan ISIS meledakkan penjara Tadmur yang digunakan oleh rezim Bashar al-Assad dan ayahnya, Hafez, unyuk memenjarakan para tahanan politik. Dalam laporan Amnesty International, kondisi penjara itu di bawah pemerintahan Assad sangat memilukan, tahanan diperlakukan dengan "brutal dan tidak manusiawi."
Eksekusi puluhan tentara Suriah oleh militan ISIS di Palmyra. (Youtube) |
Jatuhnya Palmyra ke tangan ISIS menjadi ancaman besar bagi rezim Suriah. Pasalnya, kota ini telah lama menjadi titik pertahanan ladang minyak dan gas yang berada di sekelilingnya. (den)
Eksekusi puluhan tentara Suriah oleh militan ISIS di Palmyra. (Youtube)