Video Baru ISIS, Tentara Suriah Dieksekusi di Teater Palmyra

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2015 09:51 WIB
Video Baru ISIS, Tentara Suriah Dieksekusi di Teater Palmyra Sebanyak 25 tentara Suriah dibuat berlutut di atas panggung kota zaman Romawi di Palmyra. Mereka dieksekusi oleh para militan remaja ISIS. (Youtube)
Palmyra, CNN Indonesia -- ISIS kembali merilis video eksekusi. Kali ini korban mereka adalah 25 tentara pemerintah Suriah yang ditembak mati di atas panggung teater kota kuno Palmyra, Suriah, disaksikan ratusan orang.

Video dimulai dengan gambar mengerikan peristiwa usai pertempuran, jalan-jalan dipenuhi mayat. Gambar beralih ke puluhan tentara Suriah yang berpakaian loreng, digiring ke atas panggung amphitheater kuno yang telah dibangun sejak zaman Romawi.

Kemudian para tahanan ini dibuat berlutut di atas panggung. Di belakang mereka berdiri para algojo, para pemuda berusia belasan yang menodongkan moncong pistol ke tengkorak belakang tahanan.


Sebelum eksekusi dilakukan, dibacakan dokumen keputusan hukuman mati para tahanan. Saat diberikan aba-aba, pistol para algojo menyalak bersamaan. Para tahanan menemui ajal.  

Pemandangan ini disaksikan oleh ratusan pasang mata yang duduk di kursi batu mengelilingi panggung, ada juga anak-anak. Beberapa terlihat mengibarkan bendera ISIS, menutup wajah dan bahkan menangis.

CNN tidak bisa mengonfirmasi kapan tepatnya eksekusi dalam video berdurasi 10 menit itu dilakukan. Namun menurut lembaga Syrian Observatory for Human Rights yang menerima salinan rekaman video itu, eksekusi dilakukan pada 27 Mei, sesaat setelah ISIS menguasai kota kuno tersebut.

Video itu juga menunjukkan militan ISIS meledakkan penjara Tadmur yang digunakan oleh rezim Bashar al-Assad dan ayahnya, Hafez, unyuk memenjarakan para tahanan politik. Dalam laporan Amnesty International, kondisi penjara itu di bawah pemerintahan Assad sangat memilukan, tahanan diperlakukan dengan "brutal dan tidak manusiawi."
Eksekusi puluhan tentara Suriah oleh militan ISIS di Palmyra. (Youtube)
Sejak menguasai Palmyra pada Mei lalu, ISIS telah menghancurkan banyak situs bersejarah di kota tersebut, seperti patung-patung dan artefak yang dianggap berhala. Menurut berbagai sumber, artefak bersejarah menjadi sumber pemasukan tersendiri bagi ISIS yang menjualnya ke pasar gelap.

Jatuhnya Palmyra ke tangan ISIS menjadi ancaman besar bagi rezim Suriah. Pasalnya, kota ini telah lama menjadi titik pertahanan ladang minyak dan gas yang berada di sekelilingnya. (den)