Tradisi Mudik dan Hari Raya di Malaysia

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Jumat, 17/07/2015 13:45 WIB
Tradisi Mudik dan Hari Raya di Malaysia Warga Malaysia melaksanakan tradisi mengunjungi makam sanak saudara pada hari Raya Idul Fitri. (Reuters/Olivia Harris)
Kuala Lumpur, CNN Indonesia -- Serupa dengan di Indonesia, tradisi mudik di Malaysia terjadi setiap memperingati Idul Fitri, pada 1 Syawal dalam penanggalan Islam. Idul Fitri, atau yang dikenal di Malaysia dengan istilah "Hari Raya Puasa", dilangsungkan dengan meriah dan penuh kegembiraan.

Warga Malaysia mengenal tradisi mudik dengan sebutan "balik kampong", atau "eksodus hari raya" merujuk pada hiruk pikuk perjalanan ke kampung halaman yang biasanya dimulai satu pekan sebelum tanggal 1 Syawal.

Hidangan tradisional yang disajikan saat lebaran di Malaysia pun tak jauh berbeda, yaitu ketupat, rendang, saus kacang pedas dan lemang. Tak lupa pula, berderet sajian kue kering, yang kerap disebut "Kuih Raya" hadir di hampir seluruh rumah warga Muslim Malaysia, sebagai penyajian bagi para tamu yang datang berkunjung.


Di Malaysia, warga beramai-ramai memakai pakaian tradisional terbaik pada saat Idul Fitri, yaitu "Baju Melayu" untuk para pria dan "Baju Kurung" untuk perempuan.

Seusai salat Idul Fitri, warga Malaysia biasanya ramai mengunjungi makam para kerabat yang telah tiada, dilanjutkan dengan bersilaturami ke rumah sanak saudara. Tradisi open house pun marak terjadi di hampir setiap rumah warga Muslim Malaysia.

Kunjungan ke rumah kerabat menjadi ajang untuk saling meminta maaf, berbagi cerita, informasi dan rezeki.

Lalu lintas di perbatasan Johor umumnya padat merayap, dengan mobil pribadi menyemut menuju Singapura, sementara jalur kendaraan berat memadati jalur menuju Malaysia.

Kasus kemalingan

Sementara, Komisaris Polisi Negara, Dato Sri Muhammad Osman memaparkan operasi pengamanan lebaran yang diluncurkan sejak Sabtu (11/7) akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum, Departemen Pertahanan Sipil, Departemen Keselamatan Jalan Sarawak dan Dinas Perhubungan Malaysia.

Operasi ini tidak hanya berfokus pada kecelakaan di jalan, tetapi juga pencegahan kasus kemalingan terhadap rumah yang ditinggalkan penghuninya.

Dikutip dari Malaysian Digest, Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia, Tan Sri Khalid Abubakar menyatakan kasus pencurian dan pembobolan rumah pada periode Lebaran di Malaysia pada 2014 turun sekitar 142 kasus dari periode yang sama di tahun 2013.
Umat Muslim di Malaysia melaksanakan salat Ied di Kuala Lumpur. (Reuters/Olivia Harris)
Khalid memaparkan bahwa pada tahun ini terdapat 3.500 polisi lalu lintas, seluruhnya non-Muslim, akan bekerja untuk memastikan keamanan di sepanjang perjalanan menuju daerah-daerah yang menjadi tujuan pemudik. Para polisi yang bertugas akan ditempatkan di 37 titik rawan kecelakaan. (stu)