Mahathir Bantah Ada Konspirasi Gulingkan PM Malaysia

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Selasa, 21/07/2015 12:16 WIB
Mahathir Bantah Ada Konspirasi Gulingkan PM Malaysia Mahathir membantah dia berkonspirasi menggulingkan Perdana Menteir Najib Razak. Menurut Mahathir, seruan agar Najib turun disampaikan terang-terangan. (Chung Sung-Jun/Getty Images)
Kuala Lumpur, CNN Indonesia -- Mahathir Mohammad membantah adanya upaya konspirasi untuk menggulingkan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Mahathir menegaskan bahwa desakan untuk Najib turun disampaikan terang-terangan, bukan konspirasi, menyusul tuduhan penggelapan dana investasi negara.

Hal ini disampaikan Mahathir dalam 22 butir pernyataan di blog pribadinya, chedet.cc, Senin (20/7). Dengan gaya khasnya yang blak-blakan, Mahathir seakan mengatakan bahwa tidak ada upaya bawah tanan nan tersembunyi untuk menggulingkan Najib.

"Apa yang kita ketahui adalah bahwa saya secara terbuka mendesak dia untuk turun. Tidak ada konspirasi. Hanya pengakuan terbuka kepada seluruh negeri bahwa saya ingin melihat Najib berhenti menjadi perdana menteri," tulis Mahathir.


"Jadi jika perlu dilakukan penyelidikan, tidak usah menggunakan detektif atau agen khusus. Langkah atau desakan agar Dato Sri Najib turun telah diketahui semua orang," lanjut dia lagi.

Mahathir ramai menyuarakan desakan bagi PM untuk mundur menyusul tuduhan aliran dana lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad, atau 1MDB, ke rekening pribadi Najib senilai US$620 juta (Rp8,2 triliun) dan US$61 juta (Rp812 miliar), pada Maret 2013 selama kampanye pemilu di Malaysia.

Dalam pernyataan barunya ini, Mahathir kembali menyinggung soal dana 1MDB tersebut. Mahathir mengatakan, UMNO tidak menyangkal dana itu "mampir" ke rekening Najib setelah mendapatkan penjelasan bahwa uang tersebut digunakan untuk memenangkan pemilu.

"Apakah mereka tidak tahu bahwa uang pemerintah tidak bisa digunakan partai partai politik untuk memenangkan pemilu? Tapi uang itu dari donasi. Siapa yang mendonasikan 2 miliar ringgit? Tidak ada jawaban," ujar Mahathir.

Mantan perdana menteri terlama di Malaysia ini juga menyindir para pendukung Najib yang mengatakan bahwa tidak ada yang berhak menggulingkan pemimpin negara dan presiden UMNO yang terpilih melalui pemilu.

"Seberapa pendek ingatan mereka? Mereka tidak ingat Abdullah yang juga terpilih diminta Najib untuk turun. Dan dia turun. Dan saya sendiri, juga terpilih PM, turun pada 2003," kata Mahathir.

Abdullah Ahmad Badawi adalah penerus Mahathir setelah dia pensiun tahun 2003. Namun tahun 2008 Abdullah didesak turun karena kinerja Barisan Nasional anjlok. Abdullah mundur pada April 2009 dan digantikan wakilnya, Najib Razak.

Mahathir menekankan bahwa di seluruh dunia, semua presiden dan perdana menteri yang terpilih melalui pemilu bisa digulingkan atau didesak turun.

"Jadi jangan konyol dan mengatakan bahwa karena Najib terpilih, tidak ada yang berhak memintanya turun. Abdullah mendapatkan lebih banyak kursi pada 2008 dibanding Najib pada 2013....Dia harus mengundurkan diri menjadi presiden Umno dan kepala BN dan membiarkan orang lain memimpin dan menjadi PM," tegas Mahathir.

Penyelidikan aliran dana 1MDB ke rekening Najib masih terus dilakukan. Pemerintah Malaysia, sementara itu, telah memblokir situs Sarawak Report yang dikelola dari Inggris karena menyajikan kritikan terhadap pemerintahan Najib yang dinilai korup. (den)