Keluarga Korban MH370 Tolak Konfirmasi Soal Puing di Reunion

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2015 15:56 WIB
Keluarga Korban MH370 Tolak Konfirmasi Soal Puing di Reunion Voice 370, organisasi keluarga korban pesawat MH370 menolak konfirmasi pemerintah Malaysia yang menyatakan puing di Reunion berasal dari pesawat nahas itu. (Reuters/Damir Sagolj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi internasional yang menaungi keluarga korban pesawat Malaysia Airlines MH370, Voice 370, pada Rabu (12/8) menolak konfirmasi dari pemerintah Malaysia yang menyatakan bahwa puing pesawat Boeing 777 yang ditemukan di Pulau Reunion belakangan ini berasal dari pesawat nahas tersebut.

Diberitakan The Guardian, Voice 370 menyatakan penolakan ini akan berlangsung sampai penyidikan menyeluruh terhadap puing tersebut telah selesai. 

(Baca juga: Keluarga Korban MH370 Tuntut Penjelasan Lebih Lanjut)


Voice 370 juga menegaskan ketidakpercayaan mereka terhadap penanganan pemerintah Malaysia terkait hilangnya pesawat nahas yang hilang pada 8 Maret 2014 lalu. Kelompok ini juga menyerukan agar puing terduga MH370 lainnya diselidiki oleh pihak lain, selain tim dari otoritas Malaysia.

Pekan lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengkonfirmasi bagian flaperon pesawat Boeing 777 yang ditemukan di Pulau Reunion sebagai bukti fisik pertama bahwa penerbangan pesawat MH370 berakhir di Samudera Hindia. Najib menyatakan konfirmasi tersebut berdasarkan penyidikan para ahli di Perancis.

"Namun, setelah satu pekan, para ahli lain tidak juga menyetujui konfirmasi Malaysia," bunyi pernyataan dari Voice 370, dikutip dari The Guardian.

"Tak perlu dikatakan lagi, sebagian besar keluarga menolak untuk menerima putusan Malaysia, dan sedang menunggu analisis yang lebih pasti dan meyakinkan," tambahnya.

Pesawat MH370 berjenis Boeing 777 menghilang sekitar 17 bulan lalu dengan 239 penumpang dan awak pesawat. Insiden ini disebut-sebut sebagai salah satu misteri terbesar dalam dunia penerbangan, dengan operasi pencarian terbesar dalam sejarah.

Setelah pesawat ini hilang tanpa jejak, pemerintah Malaysia dan maskapai Malaysia Airlines menerima kritikan tajam dari keluarga korban soal ketidakjelasan penanganan kasus ini. Keluarga korban menuduh Malaysia lamban menangani masalah ini, dan membuat sejumlah pernyataan yang tidak jelas.

Voice 370 menyatakan bahwa mereka "khawatir atas tindakan pemerintah Malaysia dalam menangani kejadian ini sejak hari pertama."

"Hal ini menyebabkan keluarga korban ragu akan keahlian, kemampuan dan niat mereka," kata Voice 370.

Sejak puing tersebut dibawa ke Toulouse, untuk diteliti lebih lanjut, penyidik Perancis menggunakan bahasa yang lebih hati-hati, dengan menyatakan terdapat "kemungkinan sangat tinggi" bahwa puing tersebut berasal dari MH370.

"Kami keluarga korban MH370 meminta puing-puing yang ditemukan diteliti oleh pakar dengan keahilan dan peralatan yang mumpuni, termasuk (pakar) dari Perancis atau negara maju lainnya," kata Voice 370.

Sementara, situasi perpolitikan Malaysia yang tengah memanas, utamanya karena tuduhan korupsi terhadap Najib, membiaskan isu MH370. Pakar politik Malaysia dari University of New South Wales Australia, Clive Kessler menilai bahwa konfirmasi puing MH370 dilakukan Najib tak lebih untuk mengalihkan isu korupsi dan memantapkan posisinya di perpolitikan Malaysia. (ama/ama)